Tajuk

Bersaing Seleksi CPNS

Selama 14 hari, dibuka pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi yang memenuhi persyaratan dan berminat mendaftar secara online.

Bersaing Seleksi CPNS
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Peserta mengikuti ujian tes SKD menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) CPNS 2018 

BANJARMASINPOST.CO.ID - KEMARIN, 11 sampai 24 November 2019 menjadi hari-hari menentukan bagi sebagian alumni perguruan tinggi dan masyarakat umum untuk melengkapi persyaratan serta berebut mengakses situs https://sscasn.bkn.go.id.

Selama 14 hari, dibuka pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi yang memenuhi persyaratan dan berminat mendaftar secara online (daring), sebagaimana dirilis BPost, Senin (11/11/2019) “Tak Ada Formasi Guru Bahasa Inggris”.

Ada 68 kementerian/lembaga dan 462 pemerintah daerah/kota yang membuka penerimaan CPNS 2019, termasuk di Kalimantan Selatan. Di Kalsel, total ada 460 formasi yang diperlukan; Tenaga guru 224 orang, tenaga kesehatan 174 orang dan tenaga teknis 54 orang.

Adapun formasi khusus, disediakan untuk cumlaude tenaga teknis sebanyak tiga orang, disabilitas untuk tenaga guru sebanyak tiga orang, dan tenaga kesehatan sebanyak dua orang.

Lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris (S1), dari 460 formasi yang ada, tidak satu pun tersedia. Dalam pengumuman dicari guru Bahasa Indonesia, Matematika dan guru Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Sulkan menjelaskan formasi tersebut sudah diumumkan dan sudah bisa diakses masyarakat Kalsel. Mengenai yang tidak ada formasinya, diminta bersabar. Artinya, masih penuh dan belum banyak diperlukan.

Mencermati tingginya minat alumni perguruan tinggi dari berbagai jurusan untuk mengikuti seleksi CPNS 2019, baik di kabupaten/kota maupun provinsi, bahkan di kementerian dan lembaga, menggambarkan semangat ingin menjadi aparatur sipil negara (ASN) cukup besar.

Minat demikian tidak berbanding lurus dengan formasi yang tersedia; Calon ASN untuk berkiprah dan bekerja cukup besar, sementara kuota yang tersedia sangat terbatas. Karena itu, mereka harus rela bersaing untuk memperebutkan formasi yang tersedia.

Ketika CPNS kalah bersaing alias tidak lulus seleksi administrasi, mereka masih bisa menunggu untuk mendaftar pada tahun berikutnya. Jika tuntutan dan minat bekerja sangat tinggi, bisa mencoba peruntungan melamar pekerjaan lain.

Kalau menunggu seleksi CPNS tahun berikutnya, tidak melamar di tempat swasta atau berusaha menciptakan pekerjaan sendiri, berarti harapan untuk bersaing di tahun-tahun mendatang akan lebih berat lagi.

Sekarang saja sudah kelebihan pendaftar dan formasi yang tersedia sangat terbatas, ditambah keluaran alumni atau produk perguruan tinggi tahun depan, tidak mustahil tantangan ke depan akan lebih berat lagi.

Jika demikian, di tengah calon ASN bersaing memperebutkan kursi CPNS 2019, bagi yang tidak memenuhi ketentuan dan persyaratan administrasi atau tidak lulus pada saat passing grade, nanti masih terbuka lebar lahan pengabdian di lapangan pekerjaan lain. Asa untuk meraih tujuan demikian, perlu kemandirian dan percaya diri. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved