B Focus Economic

Cermat dan Bijak Memanfaatkan Promo dan Diskon di Harbolnas

MARAKNYA promo selama harbolnas menjadi sorotan Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Cermat dan Bijak Memanfaatkan Promo dan Diskon di Harbolnas
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Selasa (12/11/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - MARAKNYA promo selama harbolnas menjadi sorotan Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan (Kalsel).

YLKI pun mengimbau masyarakat atau konsumen tidak tergiur secara berlebihan.

Ketua YLK Kalsel, A Murjani meminta konsumen di Banua lebih cermat dan bijak memanfaatkan promo dan diskon yang ditawarkan.

Termasuk jenis barangnya, jangan sampai tertipu dengan harga murah namun ternyata kualitasnya tidak sesuai yang dijanjikan.

Indikasi lainnya menurut Murjani, e-commerce bisa saja menaikkan harga terlebih dahulu sebelum didiskon, dalam artian harga diskon sama dengan harga normal.

Syahrini Terdiam Seusai Disemprot Sahabat Luna Maya, Ulah Istri Reino Barack Bikin BCL Tutup Telinga

Kabar Duka dari Yuni Shara & Krisdayanti, Ibu Aurel Hermansyah Ikut Kehilangan Sosok Ini

Pertemuan Gading Marten & Wijin Disebut Gisella Anastasia Belum Bisa, Ibu Gempita Takutkan Ini?

Disinilah konsumen harus lebih teliti dari sisi harga agar tidak terjebak tawaran diskon abal-abal.

"Apabila ada komplain dari konsumen terkait barang yang diterima tidak sesuai atau ada kerusakan dan lain-lain, pihak e-commerce maupun marketplace harus memberikan jaminan dan layanan terkait hal ini, sebab tidak ada tatap muka secara langsung," kata dia.

Dia pun mengimbau konsumen harus tetap kritis dan rasional.
Dalam hal ini, berbelanja dengan mengedepankan kebutuhan bukan keinginan semata.

Regulasi mengenai promo-promo ini harus diatur oleh pemerintah melalui Kementerian Perdagangan. Menurutnya para pelaku e-commerce yang bermain di dalamnya perlu diperhatikan murni dari pengusaha domestik atau e-commerce dari negara luar yang ikut memanfaatkan kesempatan ini.

"Penghargaan kepada konsumen ini sangat baik namun perlu ada regulasi agar masyarakat tidak mengalami diskon abal-abal," imbuhnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved