Berita Banjarbaru

Demi Belajar Penataan Hutan Berbasis Digital, Tim Pemprov Kalsel akan ke Finlandia

Demi Belajar Penataan Hutan Berbasis Digital, Tim Pemprov Kalsel akan ke Finlandia

Demi Belajar Penataan Hutan Berbasis Digital, Tim Pemprov Kalsel akan ke Finlandia
banjarmasinpost.co.id/acm
Hanif Faisol Kadishut Provinsi Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kalimantan Selatan terus berguru kepada Finlandia untuk mengelola hutan secara baik dan bagus.

Tidak tanggung tanggung dalam waktu dekat Pemprov akan memberangkatkan tim ke Finlandia untuk belajar soal pengelolaan hutan terutama pengelolaan berbasis digital.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Hanif Faisol Nurofiq, tim sebanyak delapan hingga sembilan orang itu akan berangkat pada tanggal 15 – 24 November atau selama sepuluh hari.

"Dari tim yang akan berangkat ke Finlandia, delapan orang pejabat eselon III dan dosen ULM Fakultas Kehutanan. Jadi total ada sembilan orang ke Finlandia pada tanggal 15 – 24 November. Enam orang eselon III (Dishut dan UPT), satu orang eselon 4, kadis, dan dosen senior Fakultas Kehutanan ULM,” urai Hanif Faisol Nurofiq di kantor Dishut Kalsel pada Senin (11/11/2019).

Gempita Panggil Wijin Papa? Eks Istri Gading Marten, Gisella Anastasia Bocorkan ke Teman Raffi Ahmad

Syahrini Bongkar Sendiri Perselingkuhan Reino Barack, Bukti Baru Khianati Luna Maya Terungkap?

Heboh Kebakaran di Sidodadi Banjarbaru Malam Ini, Api Sempat Membesar

Hanif berujar mereka belajar pengelolaan tanaman berbasis digital lewat aplikasi e-service, mulai pembibitan, perawatan, dan pemasaran hasil tanaman termasuk penjualan.

Dipilih Finlandia, karena sudah diketahui Finlandia bagus dalam pengelolaan hutan.

Dipaparkannya, Negara Finlandia mampu mengatur sekitar 600.000 hak-hak tanah masyarakat tersusun rapi, dan hal tersebut belum pernah ada di Indonesia.

Oleh karena itu Dishut Kalsel akan meniru cara penanganan hutan itu.

Pembangunan hutan dari sektor hilir, Finlandia sangat kuat. Sedangkan Kalsel semakin melemah, dan dari puluhan perusahaan kayu lapis saat ini hanya tersisa beberapa buah perusahan saja.

"Ini yang harus kita bangun kembali, padahal kayu kita juga lebih banyak variannya. Sekarang teknologi terhadap perekatan, kimia, kita belum jagonya sehingga ini menjadi tugas penting pemerintah untuk mengatur hilir, kalau hilirnya jelas pasarnya jelas hutan itu akan terbangun," urai Hanif.

Dijelaskannya kendala yang besar seperti adanya musim salju sudah bukan jadi kendala mereka, dan ini model yang mau kita aplikasikan ke Kalsel dan Indonesia.

Sementara itu, salah satu peserta yang mau ke Finlandia yakni Pantja Satata.

Pria yang juga Kabid Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) pada Dinas Kehutanan Kalsel, itu siap untuk diperintah belajar ke Finlandia.

"Kami siap untuk belajar," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved