Berita Kabupaten Banjar

Guru Khalil Imbau Aparatur Pemerintahanya Hindari Stres, Begini Upaya yang Akan Dilakukan

Meningginya tren hipertensi pada kehidupan era milenial saat ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar.

Guru Khalil Imbau Aparatur Pemerintahanya Hindari Stres, Begini Upaya yang Akan Dilakukan
banjarmasinpost.co.id/roy
Bupati H Khalilurrahman didampingi Sekda HM Hilman menyampaikan arahannya pada jajaran pejabat pemerintahannya pada rakor mingguan, Senin kemarin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Meningginya tren hipertensi pada kehidupan era milenial saat ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar.

Meski bukan tergolong penyakit menular, namun hipertensi kerap menyebabkan persoalan serius dalam aktivitas pada orang yang mengidapnya.

Karena itu, Pemkab Banjar berkerjasama dengan RSUD Ratu Zalecha Martapura menggelar sosialisasi tentang penyakit tidak menular Hypertensi Awernes, Senin kemarin, pada rapat koordinasi mingguan di Mahligai Sultan Adam.

Bupati Banjar H Khalilurrahman mengimbau para pejabat di lingkup pemerintahannya menghindari stres.

Foto Vicky Prasetyo & Sarita Pelukan Beredar, Seteru Jennifer Dunn & Faisal Harris Jelaskan Ini

Pelat Nopol Mobil Alphard Atta Halilintar Palsu? Seteru Bebby Fey & Teman Ria Ricis Itu Disorot

Akhirnya Misteri Tahilalat di Video Syur Gisella Anastasia Terbongkar, Eks Gading Marten Sebut Ini

"Aturan mengenai bahaya hipertensi akan segera dibuat," ucapnya, Selasa (12/11/2019).

Orang nomor satu di Bumi Barakat yang akrab disapa Guru Khalil ini mengatakan regulasi tersebut akan digodok dan dirumuskan oleh dinas Kesehatan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang atau dialami masyarakat.

Termasuk di Kabupaten Banjar.

"Hipertensi tidak ada hubungannya dengan usia dan masalah sosial ekonomi. Penelitian membuktikan bahaya hipertensi sudah sangat membahayakan dan bisa menyerang siapa saja," ucap dokter spesialis penyakit jantung RSUD Ratu Zalecha Martapura, dr Gusti Rifansyah.

Karena itu, lanjutnya, diperlukan kewaspadaan ekstra agar jangan sampai hipertensi menjelma menjadi silent killer.

Itu sebabnya pemerintah perlu melakukan sosialisasi agar masyarakat melek mengenai bahaya penyakit tak menular ini.

"Bahaya hipertensi harus terus dikontrol. Data membuktikan penderita hipertensi di Kalimantan Selatan menduduki urutan kedua nasional," sebutnya.

Bupati Banjar sangat antusias mendengarkan paparan dr Gusti Rifansyah yang mengupas ihwal hipertensi.

Begitu pula kalangan peserta sosialisasi.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved