Public Services

Bangunan Kios Kumuh di Belakang Terminal Km 6 Belum Dibongkar

Yth. Bapak Wali Kota Banjarmasin. Sudah puluhan tahun bangunan kios di belakang pangkalan bus Terminal Km 6 dibiarkan tidak dibongkar

Bangunan Kios Kumuh di Belakang Terminal Km 6 Belum Dibongkar
banjarmasinpost.co.id/abdur rahim
Suasana terminal KM 6 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Yth. Bapak Wali Kota Banjarmasin. Sudah puluhan tahun bangunan kios di belakang pangkalan bus Terminal Km 6 dibiarkan tidak dibongkar, kelihatan sangat kumuh sekali.

Padahal ada Satpol PP tapi tak berdaya. Saya dan warga kepingin sekali sebelum akhir tahun ini dapat dibersihkan. Maaf, terima kasih. 085386671842

TANGGAPAN:
PADA dasarnya Satpol PP siap untuk menertibkan bangunan kios-kios tersebut jika ada permintaan dari Bapak Wali Kota dalam hal ini Bidang Aset Daerah Pemko Banjarmasin.

Demikian yang dapat kami sampaikan, terima kasih.

DRS H HERMANSYAH, Kepala Satpol PP dan Damkar Banjarmasin

Kembalikan Alur Lalu Lintas Dua Arah
BANJARMASIN - Kepada Yth. Dishub Kota Banjarmasin dan instansi lainnya. Tolong Jalan Cemara Raya Kayutangi alur lalu lintas dikembalikan ke posisi asal yaitu dua arah bolak-balik, karena satu arah sangat mengganggu kami warga di sana.

Perlu diketahui sejarah jalan itu adalah jalan Kompleks Perumnas yang di kiri kanannya hingga sekarang ini banyak sekali jalur masuk ke perumahan warga untuk akses ke luar masuk. Apalagi orang tua sangat keberatan karena untuk pergi ibadah ke masjid harus memutar-mutar mencari keperluan sehari-hari.

Ingat, ini wilayah perumahan Perumnas yang banyak jalur. Tidak cocok dijadikan satu arah. Laporan ini karena keluhan warga juga, mohon ditanggapi. Terima kasih. 082148834772

TANGGAPAN:
BERKAITAN dengan rekayasa Jalan Cemara Raya bersama ini kami jelaskan sebagai berikut; Pertama, status jalan Cemara Raya adalah jalan Kota Banjarmasin, bukan jalan lingkungan. Kedua, Jalan Cemara Raya merupakan jalan utama kota yang menghubungkan ke jalan provinsi yaitu Jalan Sultan Adam.

Ketiga, Jalan Cemara Raya juga berubah fungsi selain penghubung antara jalan nasional (Brigjend Hasan Basri) dengan jalan Provinsi (Jalan Sultan Adam), juga menjadi kawasan pusat bisnis yang kalau tidak dilakukan rekayasa, maka akan terjadi kemacetan yang luar biasa.

Keempat, rekayasa di jalan Cemara Raya sudah melalui kajian teknis oleh Forum LLAJ dan sebagian besar masyarakat Banjarmasin khususnya masyarakat Perumnas sangat mendukung rekayasa tersebut. Demikian yang dapat jelaskan, atas perhatiannya, terima kasih.

DRS ICHWAN NOOR CHALIK MSI, Kepala Dishub Kota Banjarmasin

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved