Berita Kabupaten Banjar

Potret Pendidikan di Paramasan Kabupaten Banjar, Banyak Siswa Tak Berseragam Sekolah

Potret Pendidikan di Paramasan Kabupaten Banjar, Banyak Siswa Tak Berseragam Sekolah

Potret Pendidikan di Paramasan Kabupaten Banjar, Banyak Siswa Tak Berseragam Sekolah
UIN Antasari untuk BPost
Kondisi anak sekolah terpencil di Dusun Hananai Paramasan atas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Ahmad Sanusi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin yang sedang melaksanakan Program Kerja Nyata (KKN) di Paramasan, bersama rekannya menggalang donasi untuk bantuan bidang keagamaan dan pendidikan bagi warga Paramasan, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Namun, hingga berita ini dibuat, donasi terkumpul baru cuma sekitar Rp 60 ribu. Harapan besar donasi bisa terkumpul banyak demi membantu anak-anak Dusun Hananai, Paramasan atas, Kabupaten Banjar, Kalimantan selatan.

Kampanye kemanusiaan penggalangan dana itu dia sebarkan melalui https://kitabisa.com/campaign/anakparamasanatas. 

Berhari-hari menjalankan tugas KKN di kawasan terpencil Kabupaten Banjar itu membuat hati Sanusi tersentuh. Terlebih melihat potret pendidikan anak-anak Dusun.

Keinginan Bupati Tanahlaut Sukamta agar Semua Sektor Cegah Stunting, Angkat 2 Isu Utama

Akhirnya Via Vallen Buka Suara Soal Oplas, Ahli Estetika Jelaskan Wajah Rival Ayu Ting Ting

Sanusi ketika dihubungi reporter banjarmasinpost.co.id menceritakan bagaimana pilu potret pendidikan anak-anak Paramasan Atas di dusun hananai.

Desa Paramasan Atas merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Paramasan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kecamatan Paramasan adalah wilayah administratif yang paling jauh dari ibu kota kabupaten Banjar.

Di perkirakan jarak dari kecamatan paramasan ke Kabupaten Banjar kurang lebih 160 km, topografinya berbukit curam dan terjal.

Dia mengatakan donasi akan dialokasikan untuk memperbaiki sarana prasarana, mesjid, SD, dan masyarakat yang layak menerima

Sanusi warga aluhaluh, berkuliah di UIN Antasari jurusan perbankan syariah. Menjalani KKK di Paramasan atas, sekitar 3 Desember 2019 ini kegiatannya akan berakhir. Dia bersama rekan lainnya berharap kondisi di Paramasan atas bisa lebih baik.

"Anak-anak Dusun kekurangan buku tulis. Satu buku untuk semua pelajaran. Kelas sekolah juga dicampur, sekolah dasar itu pakai tiga kelas, kelas 1 dan dua digabung dan begitu seterusnya. Buku saja kurang apalagi bila ditanya akses internet Wi-Fi. Cuma telepon dan SMS saja," kata Sanusi.

Halaman
123
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved