Berita HSS

Butuh Waktu 4 Hari Hanyutkan Lanting ke Banjarmasin, Ini Suka Duka Petualangan Pedagang Bambu HSS

Di Palantingan tersebut. Jarak tempuhnya satu hari satu malam, saat kondisi air surut. Sedangkan jika air dalam, bisa lebih cepat, dengan jarak tempuh

Butuh Waktu 4 Hari Hanyutkan Lanting ke Banjarmasin, Ini Suka Duka Petualangan Pedagang Bambu HSS
istimewa/mahli untuk banjarmasinpost.co.id
Ribuan batang bambu yang ditarik menggunakan kelotok bermesin oleh pedagang bambu dari sungai Kandangan menuju Banjarmasin, Kamis (14/11/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kabupaten Hulu Sungai Selatan, terkenal sebagai salah satu penghasil bambu di Kalsel. Wilayah dengan potenisi bambu berlimpah tersebut ada di Kecamatan Loksado dan Padang Batung.

Bambu dari kedua kecamatan tersebut kebanyakan dipasok ke Banjarmasin, dan digunakan untuk kebutuhan saat membangun gedung-gedung bertingkat. Menariknya, perjalanan menghanyutkan bambu dari HSS ke Banjarmasin, masih menggunakan transportasi sungai.

Adapun alur distrbusinya, bambu dari Padang Batung dan Loksado dibawa masyarakat setempat diangkut lewat jalur hulu Sungai Amandit hingga sampai  ke hilirnya, yaitu Palantingan, Kelurahan Kandangan Hulu.

Di Palantingan tersebut. Jarak tempuhnya satu hari satu malam, saat kondisi air surut. Sedangkan jika air dalam, bisa lebih cepat, dengan jarak tempuh 10 jam.

Maju Pilkada Balangan 2020, Wakil Ketua DPRD Balangan Abdul Hadi Daftarkan Diri ke Beberapa Partai

JIka sampai di Palantingan, puluhan pembeli bambu, membeli bambu yang dibawa dalam bentuk rakit tersebut. Selanjutnya, oleh pembeli di Palantingan, dijual kembali ke Banjaramasin. Membawa rakit bambu ke Banjarmasin juga menggunakan jalur sungai.

Dari Desa Pisangan Getek, diangkut ke Dermaga di sekitar Jembatan Dewi Banjarmasin ribuan rakit bambu hanya ditarik menggunakan kelotok yang menggunakan mesin mobil L 300.Sebagian pakai mobil domping biasa.

Ribuan batang bambu yang ditarik menggunakan kelotok bermesin, oleh pedagang bambu darai sungai Kandangan menuju Banjarmasin, Kamis (14/11/2019)
Ribuan batang bambu yang ditarik menggunakan kelotok bermesin, oleh pedagang bambu darai sungai Kandangan menuju Banjarmasin, Kamis (14/11/2019) (istimewa/mahli untuk banjarmasinpost.co.id)

“Saat ini kami sedang labuh ke Banjarmasin. Berangkat darai Selasa kemarin, sekarang baru sampai di Margasarai Kabupaten Tapin,”ungkap Mahli, salah satu pedagang pengumpul bambu dari Kandangan, saat dihubungi banjaramasin post.co.id, Kamis (14/14/2019).

Mahli mengaku berlabuh ke Banjarmasin bersama ayahnya, serta pedagang bambu lainnya. Untuk mencapai ibukota Provinsi Kalsel tersebut, diperlukan waktu selama empat hari.

Mahli memperkirakan, Sabtu 16  Nopember mendatang sudah bisa tiba di Banjarmasin, menyerahkan bambu kepada pemesan. Menurutnya, banyak suka duka dialami saat perjalanan selama empat hari menarik lanting bambu tersebut.

Tokoh Dayak, Bugis dan Ketua Dewan Sambangi Polda Kalsel Sepakat Jaga Kedamaian

Antara lain, perjalanan yang tersendat karena di daerah Tanggul, sungai tertutup eceng gondok, atau dalam bahasa Banjar disebut Ilung. “Jadi harus sabar menyisihkan ilung dulu, baru bisa lewat,”kata Mahli.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved