Berita Banjarbaru

Investasi di Kalsel Tembus Target Nasional Rp 11 Triliun Triwulan K-3 2019, Ini Kata Kadis PMD

Pada 2019 ini Pemprov Kalsel dalam menumbuhkan investasi ditarget Rp 10,5 triliun oleh pemerintah pusat.

Investasi di Kalsel Tembus Target Nasional Rp 11 Triliun Triwulan K-3 2019, Ini Kata Kadis PMD
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Kadis DPMPTSP Kalsel, Nafarin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pada 2019 ini Pemprov Kalsel dalam menumbuhkan investasi ditarget Rp 10,5 triliun oleh pemerintah pusat. Target itu pun sudah tercapai alias melebihi hingga september atau triwulan ketiga di 2019.

Dimana dari laporan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi (DPMPTSP) Kalimantan Selatan realisasi sudah tembus dan melebihi Rp 11.19 triliun dari Januari sampai dengan Sempember.

"Tidak lain ini adalah kerjasama semua pihak semua SKPD terkait maupun Pemkab Kabupaten kota, tak terkecuali Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor yang getol untuk mempromosikan agar perusahaan bisa investasi ke Kalsel," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Selatan Ir H Nafarin, Kamis (14/11/2019).

OJK Tetapkan Bank Sulselbar Menjadi Bank Devisa, Buka Peluang Investasi

Perintahkan Penegak Hukum Termasuk KPK Tak Ganggu Investasi, Jokowi : Jangan Sampai Dibajak Mafia

Dijelaskannya, bahwa hal ini terbukti dengan pertumbuhan investasi di Kalsel meningkat. Dimana pada Tltriwulan ketiga, perkembangan investasi di Kalsel (Juli, Agustus dan September) untuk Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 70,42 juta US Dollar, dengan 56 proyek di Kalsel (peringkat 17 di nasional).

Adapun Penanaman Modal Daerah Dalam Negeri (PMDN) dapat dibuktikan Rp 3,533 Triliun, dari sebanyak 98 proyek dan hal ini berada peringkat 10. Sehingga realisasi investasi secara keseluruhan di triwulan tiga baik PMD dan PMA, total Rp 4,59 triliun.

"Sektor yang banyak investasinya, adalah tanaman pangan perkebunan dan peternakan, sekitar 36,9 persen. Kedua, sektor pertambangan sekitar 31,71 persen dan jasa lainnya sekitar 27,62 persen," urai Nafarin.

Berdasarkan lokasi dominan di triwulan ketiga ini, lanjut Nafarin, adalah Banjarmasin paling subur investasi ya dengan prosesntase 30,15 persen, disusul HSS, sekitar 20,29 persen, dan ketiga Tapin dengan 13,45 persen.

"Jika dilihat dari negara asal untuk PMA adalah paling banyak dari Mauritius (suatu negara di Afrika Timur). Dia menggarap satu proyek dengan nilai Rp 400,50 Miliar. Kedua disusulAustralia dengan nilai Rp 269.65 miliar (5 proyek), Thailand dengan nilai Rp 236.94 miliar (1 proyek), Malaysia dengan nilai Rp 76.26 miliar (9 proyek), Jerman dengan nilai Rp 27.03 miliar (2 proyek) Singapura dengan nilai Rp 22.82 miliar (20 proyek).

Hadiri ISEF 2019, Dirut Bank Kalsel Harapkan Turut Andil Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia

Ahok Mantan Narapidana, Erick Thohir Sebut Suami Puput Nastiti Devi Masuk Radar Calon Pimpinan BUMN

"Kalau Mauritius itu kerjasamanya dengan PT Arutmin, Kalau perusahaan Madani di Tala dan Adaro kerjasama dengan Thailand. Sedangkan untuk Dalam negeri perusahaan Penyuplai investasi adalah Angkasa Pura, Subur Agro Makmur, Planitindo Agro.

Masih Nafarin, jika ditotal dari Januari sampai September atau selama sembilan bulan PMDN totalnya Rp 6,825 triliun (279 proyek) dan Kalsel berada diperingkat 12 nasional.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved