BPost Cetak

Mendorong UMKM Menembus Pasar Ekspor

Kinerja ekspor produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) turun. Kontribusinya terhadap ekspor nonmigas sebesar 14,17 persen.

Mendorong UMKM Menembus Pasar Ekspor
Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Ilustrasi-Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Halaman Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Sabtu (26/1/2019). 

Oleh: Khairunnisa Musari
Dosen Tetap Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Jember

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kinerja ekspor produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) turun. Meski kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat menjadi 61 persen pada Semester I 2019, namun kontribusinya terhadap ekspor nonmigas sebesar 14,17 persen. Angka ini turun dari 15,8 persen pada periode yang sama tahun 2018.

Indonesia mungkin perlu belajar mengelola UMKM pada pemerintah Thailand. Kontribusi ekspor produk UMKM Thailand menempati peringkat pertama di ASEAN. Disusul Malaysia, Filipina, Vietnam, dan kemudian Indonesia.

Meski ada versi lain yang menempatkan Malaysia pada peringkat pertama dan Thailand pada peringkat kedua, namun keduanya sama-sama menempatkan Indonesia pada peringkat kelima.

Meski menempati peringkat kelima, namun faktanya, Asosiasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) menyebutkan UMKM yang melakukan ekspor kurang dari 1.000 UMKM, lebihnya adalah perusahaan besar yang mengekspor produk UMKM.

7 Tip Menjaga Agar Tidak Terkena Serangan Jantung dari dr Meldy Muzada Elfa

Dede Berubah Setelah Menikah, Ada Pengakuan Pelaku Bom Bunuh Diri Ledakan Diri Demi 72 Bidadari

Percaya Restoran Gunakan Pesugihan hingga Takut Bakal Jadi Tumbal, 8 Karyawan Ruben Onsu Berhenti

Merujuk data Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), jumlah UMKM di Indonesia mencapai 62,922 juta unit yang didominasi oleh usaha mikro sebanyak 62,1 juta unit. Artinya, UMKM yang melakukan ekspor sangat kecil sekali, tidak sampai dua persen.

Padahal, dengan populasi penduduk terbesar di ASEAN, juga keberadaan UMKM sebagai lapisan usaha paling besar dalam struktur perekonomian, Indonesia sejatinya memiliki kekuatan yang lebih daripada negara lainnya. Sayang, Indonesia hingga saat ini justru menjadi pasar, bukan penghasil utama.

Insentif dan Digitalisasi
Salah satu kendala utama yang dihadapi UMKM di Indonesia menembus pasar ekspor adalah pemahaman tentang prosedur ekspor-impor, belum memenuhi standarisasi, belum bersertifikasi produk, dan pengemasannya yang belum memadai. Selain itu, masalah klasik yang hingga hari ini masih belum tuntas, yaitu masalah permodalan.

Mengacu data Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, per Desember 2018, outstanding kredit UMKM yang disalurkan perbankan masih 19,8 persen dari total kredit perbankan. Dari total kredit UMKM, 25,4 persen berupa kredit usaha mikro, 30 persen kredit usaha kecil, dan 44,5 persen kredit usaha menengah.

Dengan jumlah usaha besar hanya sebesar 5,46 juta unit atau 8,67 persen dari total 62,928 juta unit usaha di Indonesia, jenis usaha ini justru menguasai kredit 80,2 persen dari total kredit perbankan.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved