Berita HSS

BNNK HSS Sebut Penyalahgunaan Narkoba Memprihatinkan, Dua Siswa SMP Direhabilitasi Kecanduan Lem Fox

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Selatan menyebut, peredaran narkoba sudah tahap mengkhawatirkan..

BNNK HSS Sebut Penyalahgunaan Narkoba Memprihatinkan, Dua Siswa SMP Direhabilitasi Kecanduan Lem Fox
banjarmasinpost.co.id/hanani
BNNK Hulu Sungai Selatan saat menggelar Press Rilis pencapaian target kerja di Aula Kantor BNNK, Jumat (15/11/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Selatan menyebut, peredaran narkoba sudah tahap mengkhawatirkan.

Untuk itu, tak bisa hanya  BNNK sendiri yang memberantasnya. Harus dilakukan kerjasama yang baik dengan instansi terkait selain kepolisian.

Mulai  keluarga, lingkungan sekolah, Dinas yang membindangi Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Kesbangpol dan masyarakat desa.

 Kepala BNNK HSS, Maserup, saat menggelar press rilis di Kantor BNNK HSS, Jumat (15/11/2019) menjelaskan, berdasarkan jumlah penyalahguna narkoba yang melapor dan direhabilitasi  di BNNK HSS sejak Januari hingga 15 Nopember 2019, pelajar menempati peringkat ketiga.

Putri Gibran Rakabuming Telah Lahir, Ibunda Jan Ethes Selvi Ananda Melahirkan Bayi Perempuan

Heboh Kades Makmur Ditahan Jaksa, Dikorupsi untuk Ivestasi Bodong Dana Desa Raib Capai Rp 579 Juta

Pertengkaran Citra Kirana & Rezky Aditya Terungkap Jelang Pernikahan, Eks Agnez Mo Dimarahi!

Jelang Bali United U-18 vs Barito Putera U-18 Elite Pro Academy 2019, Bidik ke Semifinal

Atau 30 persen dari total kalangan profesi lainnya. Peringkat terbanyak, adalah mereka yang tak punya pekerjaan atau penganguran, yaitu 32,43 persen.

  “Penyalahguna lainnya, meliputi PNS, pekerja swasta, wiraswasta, buruh dan lain-lain,”kata Maserup didampingi Kasubbag Umum Yasir Arafat, Kasi  Rehabilitasi Agus Rahmadi, serta PLT Kasi P2M Ade Aryani dan Plt Kasi Pemberantasan, Tarmiji. 

Menurut Ketua BNNK, pihaknya hanya bisa mengungkap berdasarkan mereka yang melakukan rehabilitasi. Sedangkan di luar korban penyalah guna tersebut, diduga masih banyak yang belum terungkap.

 “Yang memprihatinkan itu, ada dua orang anak-anak dengan kriteria usia 0-15 tahun. Dua orang di antaranya adalah anak SMP. Mereka kecanduan lem fox, dan datang ke kami diantar gurunya,”ungkap Maserup.

Diakui, kesadaran masyarakat khususnya anggota keluarga untuk wajib lapor ke BNNK  sebagai upaya rehabilitas korban narkoba masih kurang. Alasannya malu dan aib keluarga. Selain itu, karena pecandu takut melapor.

 Pihaknya sendiri berupaya melakukan peningkatan kerjasama dengan berbagai instansi selain kepolisian. Pada 2019 ini, kerjasama antara lain dilakukan dengan kegiatan kemampuan guru menyampaikan bahaya narkoba kepada murid-muridnya.

Halaman
123
Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved