Investasi Online Bodong

BREAKING NEWS : Tertipu Investasi Online Bodong, Mantan Kades di Kalsel Ini Ditahan Kejari Banjar

Tertipu investasi bodong, mantan Kepala Desa Makmur H Muhammad Abdusysyahid (52) akhirnya ditahan kejaksaan Negeri Banjar

BREAKING NEWS : Tertipu Investasi Online Bodong, Mantan Kades di Kalsel Ini Ditahan Kejari Banjar
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Mantan Kepala Desa Makmur Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar, H Muhammad Abdusysyahid (52)saat dibawa menuju ke Lapas Martapura 

Mantan Kepala Desa Kepala Desa Makmur, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, H Muhammad Abdusysyahid (52) ditahan setelah ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi dana desa karena menggunakan dana desa untuk investasi online yang ternyata bodong

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tim penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar, akhirnya menetapkan mantan Kepala Desa Makmur, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, H Muhammad Abdusysyahid (52) sebagai tersangka, Jumat (15/11/2019).

Jelang sore, Abdusysyahid sudah tampak mengenakan rompi tahanan warna oranye, tersangka kasus korupsi dana desa ini tampak pasrah.

Dalam kondisi bugar dia berjalan tegar dari Kantor Kejari Kabupaten Banjar menuju mobil tahanan, untuk selanjutnya berangkat ke Lapas Banjarbaru.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Banjar, Muji Martopo melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Tri Taruna Fariadi SH membenarkan terkait penetapan tersangka terhadap Kepala Desa Makmur terkait kasus korupsi dana desa.

Kecelakaan Maut di Cantung Kotabaru, 3 Orang Berboncengan Sepeda Motor, 1 Tewas

Pilgub Kalsel 2020: Paman Birin Kembalikan Berkas Bakal Calon Gubernur ke DPW PKS Kalsel

BERLANGSUNG Link Indosiar! Live Streaming TV Online Persija vs Persela Liga 1 2019, Susunan Pemain

Satu Pohon Tumbang di Depan TK dan PAUD Dharma Wanita Tapin

“Betul, sejak hari ini kepala desa makmur kita tetapkan sebagai tersangka. Dan sejak hari ini juga kita lakukan penahanan untuk menjalani proses hukum selanjutnya,” terangnya.

Dari bukti-bukti dan saksi-saksi tersangka diduga melanggar undang-undang tipikor. Detailnya laporan pertanggungjawaban pelaksanaan proyek fisik pembuatan siring jalan tidak sesuai dengan capaian progres dilapangan. Jadi ada dugaan pemalsuan SPJ yang merugikan keuangan negara.

" Berdasar pemeriksaan keterangan saksi dan tersangka. Uang dana desa digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadi yakni untuk investasi online, bodong. Periksa 2018. Sekarang ditahan di lapas  Banjarbaru untuk 20 hari kedepannya, kami masih mintai keterangan karena siapatahu ada perkembangan alat bukti baru, sementara satu orang kami tahan," katanya. (banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved