Berita Tanahbumbu

DLH Tanahbumbu Ciptakan Biogas Dari Sisa Makanan, Bakal Disalurkan ke Desa Sebagai Pencontohan

Terobosan baru diciptakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanahbumbu, upaya mengurangi volume sampah organik

DLH Tanahbumbu Ciptakan Biogas Dari Sisa Makanan, Bakal Disalurkan ke Desa Sebagai Pencontohan
Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Kepala DLH Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo (kanan) lakukan uji coba biogas yang dihasilkan kotoran ter...ntif sebagai alternatif pengganti gas LPG, namun masih perlu perhatian serius pemerintah daerah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Terobosan baru diciptakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanahbumbu, upaya mengurangi volume sampah organik dengan memproses menjadi biogas sebagai salah-satu kebutuhan dasar rumah tangga.

Langkah inovasi DLH menghasilkan biogas dari kotoran ternak dicampur sisa makanan atau sampah organik. Selain prosesnya gampang dan ekonomis, untuk menghasilan biogas hanya diperlukan biaya sekitar Rp 200 ribu.

Untuk proses menghasilkan biogas, DLH hanya menggunakan drum plastik berukuran sedang sebagai wadah pembusukan sisa makanan. Sebelummya drum dimodifikasi dengan memasang pipa paralon dilengkapi stopkran di samping bodi drum, berfungsi sebagai pembuangan air.

Sedangkan bagian atas (penutup drum) juga ditambah dua pipa paralon. Satu berfungsi memasukan sisa makanan, sedangkan yang satunya berfungsi mengeluarkan biogas dihasilkan dari proses pembusukan makanan seperti nasi, sayur dan sampah organik lainnya.

TSUNAMI Terjadi di Bitung dan Ternate Serta 19 Gempa Susulan Pasca-gempa Magnitudo 7,1

CATAT! Ini Rahasia Diet Dewi Hughes, Biayanya Cuma Rp 20.000 Bisa Turun 11 Kg Sebulan

INGAT Ini! Pajak STNK Mati, Anda Didenda Rp 500.000 hingga Kendaraan Disita dan Dilelang

BREAKING NEWS - Jorge Lorenzo Mendadak Pensiun dari MotoGP, Ini Sejumlah Penyebabnya

"Kecuali jenis plastik tidak bisa. Dan, sampah organik yang belum kontaminasi. Seperti terkena sabun, tidak bisa menghasilkan biogas. Kan, karena bakterinya sudah mati," jelas Kepala DLH Rahmat Prapto Udoyo.

Inovasi ini tambah Rahmat, bahkan telah dilakukan pengujian. Biogas diciptakan DLH bisa menghasilan api sebagai alternatif pengganti gas untuk kebutuhan.

"Hanya untuk penggunaan maksimal, biogas dibuat melalui proses harus ditampung lagi ke penampungan. Lalu kemudian di salurkan ke kompor khusus yang sudah dimodifikasi," ucap Rahmat.

Kepala DLH Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo (kanan) lakukan uji coba biogas yang dihasilkan kotoran ter...ntif sebagai alternatif pengganti gas LPG, namun masih perlu perhatian serius pemerintah daerah
Kepala DLH Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo (kanan) lakukan uji coba biogas yang dihasilkan kotoran ter...ntif sebagai alternatif pengganti gas LPG, namun masih perlu perhatian serius pemerintah daerah (Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Rencana alat penghasil biogas akan disalurkan ke warga di salah-satu desa untuk dikembangkan, sekaligus menjadi pilot project atau lokasi percontohan.

"Secara tidak langsung ya memang tujuannya mengurangi sampah organik. Apalagi prosesnya tidak susah. Ada bekas sisa makanan, apa saja tinggal dimasukan kemudian dikasih air ya sudah," katanya.

Tanpa dicampur kotoran ternak, pun sisa-sisa makanan sebenarnya bisa menghasilkan biogas. Hanya proses menjadi biogas agak lama.

"Kalau cuman sisa makanan, itu prosesnya bisa satu bulan. Tapi bila dicampur kotoran ternak, paling setengah bulan sudah menghasilkan biogas," tandas Rahmat.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved