Berita Regional

Gempa Ini Jadi Musibah Paling Merusak Sepanjang Sejarah Gempa di Bali, Segini Jumlah Korbannya

Gempa Ini Jadi Musibah Paling Merusak Sepanjang Sejarah Gempa di Bali, Segini Jumlah Korbannya

balai3.denpasar.bmkg.go.id
Peta sejarah gempa di Bali 

Gempa bumi merupakan bencana yang paling rawan terjadi di Kabupaten Buleleng.

Hal ini disebabkan lokasi atau letak gerografis Bali Utara itu sendiri yang memang berada pada tiga jalur patahan.

Patahan pertama bersumber di Gilimanuk, yang ditandai dengan timbulnya mata air panas di wilayah Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Kedua, patahan di Seririt, yang terhubung dengan Gunung Batukaru di Tabanan, dan ke tiga, patahan di Kecamatan Tejakula, Buleleng.

Di dalam patahan-patahan tersebut, terdapat cincin api dari Jawa, Sumatera sampai ke Irian Jaya.


Sebuah mobil rusak parah tertimpa atap beton akibat guncangan gempa 6,8 SR yang melanda Bali, Kamis (13/10/2011) sekitar pukul 11.16 (Istimewa/Nathan)

Maka tidak heran, jika di wilayah Bumi Panji Sakti ini banyak ditemukan sumber mata air panas.

Buleleng telah mencatat gempa berkekuatan 6,2 skala richter (SR) yang terjadi di wilayah Kecamatan Seririt pada 1976 silam sebagai bencana terbesar dalam sejarah.

Dikutip dari balai3.denpasar.bmkg.go.id, episentrum Gempa Seririt berada di daratan.

Gempa bumi Seririt menelan korban tewas sebanyak 559 orang, luka berat 850 orang dan luka ringan 3.200 orang.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved