Breaking News:

Berita Regional

Gempa Ini Jadi Musibah Paling Merusak Sepanjang Sejarah Gempa di Bali, Segini Jumlah Korbannya

Gempa Ini Jadi Musibah Paling Merusak Sepanjang Sejarah Gempa di Bali, Segini Jumlah Korbannya

Editor: Didik Triomarsidi
balai3.denpasar.bmkg.go.id
Peta sejarah gempa di Bali 

Saat disinggung peristiwa pada tahun 1976 silam, Sarif mengaku saat itu ia telah dikaruniai dua orang anak.

Akibat musibah saat itu, ipar dan kakaknya tewas tertimpa menara masjid.

"Saya sebenarnya sangat trauma dengan kejadian tahun 76.

Rumah saya saat itu hancur, rata dengan tanah. Saat itu saya hanya bisa tidur di pantai.

Ya mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang lagi," terangnya.

Sarif bersyukur gempa berkekuatan 5.0 SR yang terjadi kemarin tak sampai berdampak buruk seperti tahun 1976.

Pun tak ada laporan korban jiwa pada gempa kemarin.

Selain tiga bangunan rusak, ada dua korban luka-luka.

Dari data yang diterima Tribun Bali, dua warga asal Kecamatan Gerokgak harus dilarikan ke Puskesmas I Gerokgak lantaran mengalami luka robek.

Dokter jaga Puskemas I Gerokgak, I Komamg Yogi Arta, mengatakan korban pertama bernama Ni Putu Sri (49) asal Kecamatan Gerokgak.

Ia mengalami luka robek sepanjang enam centimeter pada bagian tangan kanan.

Luka robek ini ia dapatkan saat hendak lari ke luar dari rumah untuk menyelamatkan diri.

Saat lari itu tangannya tergores besi hingga robek.

Ia pun langsung dilarikan oleh keluarga ke Puskesmas I Gerokgak untuk menjalami perawatan.

Sementara korban kedua ialah Rajenah asal Desa Patas, Kecamatan Gerokgak.

Wanita berusia 52 tahun ini mengalami luka robek pada bagian bibir sepanjang dua centimeter.

"Saat itu dia (Rajenah) sedang lari, namun kemudian tersandung dan jatuh. Bibirnya robek," terangnya.

Saat dilarikan ke rumah sakit, kata dr Yogi, Rajenah dalam keadaan syok.

Tensinya naik hingga 170.

Setelah mendapatkan penanganan, kedua korban kini telah diperbolehkan pulang.

"Setelah diberi obat dan dijahit, lagi dua hari mereka kembali ke sini untuk kontrol dan membersihkan luka," terangnya.

Catatan Sejarah Gempa di Bali, Terdahsyat Tahun 1917

Berdasarkan catatan sejarah, daerah Bali dan sekitarnya dikenal sebagai daerah yang rawan gempa bumi.

Masih mengutip balai3.denpasar.bmkg.go.id, tercatat beberapa kali gempa besar yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian harta benda, diantaranya gempa tahun 1917, gempa Seririt (1976), gempa Culik (1979) dan gempa Karangasem (2004).

Pada tahun 1917 gempa bumi dahsyat mengguncang seluruh daratan Bali.

Akibat gempabumi ini tercatat korban tewas 1500 orang.

Kerusakan akibat gempa Bali di SDN 1 Ungasan, Badung, Selasa (16/7/2019). TRIBUN BALI/Zaenal Nur Arifin (TRIBUN BALI/Zaenal Nur Arifin)

Gempa bumi dikenal sebagai Gejer Bali yang artinya Bali berguncang.

Gempa bumi dahsyat yang kedua setelah Gejer Bali adalah Gempa bumi Seririt yang terjadi pada tanggal 14 Juli 1976.

Gempa bumi ini berkekuatan 6.2 Skala Richter dengan episentrum di daratan.

Gempa bumi Seririt menelan korban tewas sebanyak 559 orang, luka berat 850 orang dan luka ringan 3.200 orang.

Dilaporkan juga, hampir 75% dari seluruh bangunan rumah di Tabanan dan Jembrana mengalami kerusakan.

Gempa bumi Karangasem pertama (6.0 Skala Richter) terjadi pada tanggal 17 Desember 1979 yang menelan korban tewas sebanyak 25 orang, 47 luka berat.

Dampak gempa bumi telah meimbulkan puluhan rumah roboh dan ditemukan retakan tanah sepanjang 500 meter.

Gempa bumi Karangasem kedua (6.2 Skala Ricter), terjadi pada tanggal 2 Januari 2004 menelan seorang korban tewas dan 33 orang luka-luka.

Beberapa daerah yang mengalami kerusakan parah adalah daerah Tenganan, Dauh Tukad, Abang, Tohpati, Muncan, dan Bukit.

(Tribunnews.com/Daryono) (TribunBali/Ratu Ayu Astri Desiani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengingat Gempa Seririt dan Gejer Bali, Dua Gempa Paling Merusak Sepanjang Sejarah Gempa di Bali,

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved