Gempa di Maluku Utara

Gempa M 7,1 hantam Maluku Utara, 4 Fakta Tsunami di Bitung hingga 19 Kali Gempa Susulan di Sulut

Gempa M 7,1 hantam Maluku Utara, 4 Fakta Tsunami di Bitung hingga 19 Kali Gempa Susulan di Sulut

Gempa M 7,1 hantam Maluku Utara, 4 Fakta Tsunami di Bitung hingga 19 Kali Gempa Susulan di Sulut
KOMPAS.com/Chermanto Tjaombah
Puluhan warga Kampung Ambong mengungsi ke Gunung Wori yang merupakan area ketinggian yang terletak di wilayah Desa Winuri, Likupang Timur, Kamis (14/11/2019) tengah malam. Area ini berjarak 3 kilometer dari Kampung Ambong. Sementara Kampung Ambong sendiri hanya berjarak 300 meter dari bibir pantai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gempa bumi M 7,1 hantam Maluku Utara, 4 Fakta Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan.

Warga di Kota Ternate, Maluku Utara, berlarian keluar rumah setelah gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang pada hari Kamis (14/11/2019), pukul 23.17 WIB.

Lalu setelah muncul ada peringatan dini gempa tersebut berpotensi tsunami, warga pun segera mengungsi ke daerah yang tinggi.

Sementara itu, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga Jumat (15/11/2019) pukul 02.29 Wita, terjadi 19 kali gempa susulan pascagempa bermagnitudo 7,1 di Jailolo, Maluku Utara.

TSUNAMI Terjadi di Bitung dan Ternate Serta 19 Gempa Susulan Pasca-gempa Magnitudo 7,1

CATAT! Ini Rahasia Diet Dewi Hughes, Biayanya Cuma Rp 20.000 Bisa Turun 11 Kg Sebulan

INGAT Ini! Pajak STNK Mati, Anda Didenda Rp 500.000 hingga Kendaraan Disita dan Dilelang

BREAKING NEWS - Jorge Lorenzo Mendadak Pensiun dari MotoGP, Ini Sejumlah Penyebabnya

Seerti diketahui, BMKG merilis gempa terjadi pada Kamis (14/11/2019) pukul 23.17 WIB Pusat gempa berada 137 km Barat Laut Jailolo, Maluku Utara, dengan posisi 1.67 LU dan 126.39 BT. Kedalaman pusat gempa 73 km.

Dari pantauan BMKG, tsunami justru terjadi di daerah Bitung dan Ternate dengan ketinggian 9 centimeter.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Ada 19 kali gempa susulan dan peringatan tsunami sudah berakhir


Gempa magnitudo 5,9 mengguncang Manado pada Jumat (15/11/2019) dini hari. (Dok. BMKG)

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henry Mengko, menjelakasn melalui pesan singkat, untuk kejadian gempa bumi dengan kekuatan signifikan, biasanya diikuti dengan gempa susulan.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved