Berita Tapin

Bupati Keluhkan Tidak Ada Pasar Ternak di Tapin

Bupati Tapin HM Arifin Arpan sepertinya setengah kecewa karena ketidakhadiran Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Bupati Keluhkan Tidak Ada Pasar Ternak di Tapin
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Bupati Tapin HM Arifin Arpan melihat pameran produk pertanian di kawasan Gebyar Upsus Siwab di Lapangan sepakbola Desa Suato Lama, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Kalsel, Sabtu (16_11_2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Bupati Tapin HM Arifin Arpan sepertinya setengah kecewa karena ketidakhadiran Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Bupati Tapin meminta koordinasi Pemerintah Provinsi harus selalu sinergitas dan terjalin dengan baik dengan Pemerintah Kabupaten Tapin agar program Pemerintah Pusat dapat ditindaklanjuti.

Orang nomor satu di Kabupaten Tapin mengeluhkan tidak adanya pasar ternak sapi di Kabupaten Tapin.

Itu dikatakan Bupati Tapin HM Arifin Arpan saat menyampaikan sambutan di acara gebyar upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) di Desa Suato Lama, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Sabtu (16/11/2019).

KEANEHAN Mulan Jameela, Kepanasan Walaupun Pakai AC, Eks Duet Maia Ini Bayangka Ahmad Dhani di Bui

Vicky Prasetyo Pernah 24 Kali Nikah dengan Perempuan dari 6 Negara, Teman Dekat Sarita Ngaku Ini

Krisdayanti Histeris Saat Raul Lemos Disebut Akan Nikah Lagi, Ini Ancaman Ibu Aurel Hermansyah

Menurut Bupati Tapin, para peternak sapi di Kabupaten Tapin, sudah melampaui target yang diberikan Kementerian Pertanian Amran Sulaiman, kala itu.

"Hanya saja, kalau petani di Kabupaten Tapin mengembangkan ternak sapi tanpa ada pasarnya akan menjadi kendala bagi Pemerintah Kabupaten Tapin," katanya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi mengatakan kegiatan Upsus Siwab dalam kaitan meningkatkan swasembada daging di Indonesia.

Menurutnya, sejak 2017 hingga 2019 ini, sudah sekitar 50.150 ekor sapi yang lahir dari program Upsus Siwab di Provinsi Kalsel.

Pemerintah Provinsi Kalsel menarget sekitar 40 ribu ekor lahir dari populasi sapi betina produktif di Kalsel agar menjadikan Kalsel swasembada daging.

Kepala Desa Suato Lama, Mukani mengatakan keberadaan pasar ternak memang sangat didambakan warganya.

Itu karena keberadaan pasar hewan itu memudahkan peternak memilih induk sapi untuk diprogram Upsus Siwab.

"Jika ada pasar ternak tidak perlu, petani mencari sapi induk ke pasar ternak di Tanahlaut. Petani di Desa Suato Lama ini siap selalu mengembangkan Upsus Siwab dengan induk yang berkualitas," katanya.

Wagimin, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, mengatakan dalam acara Gebyar Upsus Siwab, disiapkan 1000 ekor sapi pedet atau anak dan 1000 ekor sapi induk untuk inseminasi buatan atau disuntik kawin.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved