Berita Banjarmasin

Jelang Penilaian Adipura Tahap II, Wali Kota Ibnu Sina Soroti Sampah Organik

Jelang penilaian tahap dua atau P2 Adipura 2019, Wali Kota Ibnu Sina menyoroti masih banyaknya sampah organik yang terbawa ke TPA

Jelang Penilaian Adipura Tahap II, Wali Kota Ibnu Sina Soroti Sampah Organik
Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizki Abdul Gani
Mesin Pencacah Sampah di Pasar Mantuil 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini terus berbenah demi menyambut penilaian tahap dua atau P2 Adipura 2019.

Kabarya penilaian P2 akan dimulai pada pekan depan oleh tim penilai pusat, ada beberapa inovasi yang akan menjadi andalan pada penilaian tersebut.

Diantaranya inovasi tersebut yaitu dari aspek pengurangan dan penanganan sampah yang sesuai dengan jakstrada (kebijakan strategis daerah) kota Banjarmasin.

Sehingga meski secara keseluruhan atau 30 persen dari aspek pengurangan sampah saat ini telah terealiasi terutama lewat program pelarangan dan pengurangan penggunaan kantong plastik.

Ajang Lari Terbesar di Kalsel, Peserta Arutmin 10 K 2019 Mencapai 4.200 Orang

Ahok Sudah Berani Lawan Erick Thohir dan Fadjroel Meski Belum Jadi Bos BUMN, Ini Gara-garanya

Terkuak Motif Penembakan Kontraktor di Majalengka Gara-gara Ditagih Duit Proyek, Anak Bupati Ditahan

Fakta Wanita Korban Ipda GT Lainnya, Diminta Ceraikan Suami hingga Diporoti Belasan Juta

Namun dalam hal penanganan sampah menurut Wali kota Banjarmasin, H Ibnu Sina juga perlu menjadi perhatian terutama sampah organik.

"Karena berdasarkan hasil penelitian yang dibantu Econid dari Jerman kemarin, menyatakan bahwa sampah yang masuk ke TPA itu 60 persen adalah sampah organik," jelasnya.

Melihat hasil penelitian tersebut, ia berharap selain perlu penanganan sampah non organik dengan ketersediaan sekitar 269 bank sampahnya tersebar di kota Banjarmasin, juga perlu penanganan sampah organik.

Penanganan sampah organik sendiri ini diantaranya bisa dilakukan dengan menghidupkan kembali mesin-mesin pencacah sampah terutama di pasar-pasar sehingga pengolahannya pun tidak perlu lagi di TPA.

" Untuk mesin pencacah sendiri sudah ada diantaranya di Pasar Antasari, cuman karena kemarin sempat stop sehingga di Antasari yang setiap hari memang banyak sampahnya itu akhirnya dikirim juga ke TPA. Padahal cukup diolah disitu saja," jelasnya.

Ibu Rizky Febian, Lina Ditinggalkan Teddy Saat Hamil Besar? Dugaan Perselingkuhan Istri Sule Terkuak

Wajah Aneh Via Vallen Buat Ahli Kecantikan Ini Buka Suara, Rival Ayu Ting Ting Jawab Tudingan Oplas

Eza Gionino Laporkan Penjual Ikan Arwana Asal Kalbar yang Ancam Membunuh Istri dan Anaknya ke Polisi

Ibnu Sina juga berharap ke depan Kota Banjarmasin pun masih bisa bertahan memperoleh Adipura seperti tahun sebelumnya. Karena untuk menuju Adipura Kencana tentu perlu kerja keras menjadikan Banjarmasin benar-benar bersih.

" Termasuk juga TPS-TPS, karena keberadaannya yang tidak boleh berada di pinggir jalan dan terbuka, sedangkan di Banjarmasin kami akui masih ada di pinggir jalan dan masih belum tertutup. Meskipun dalam penanganan tetap kami tangani. Terutama oleh para petugas dalam hal pengangkutannya," tutupnya. (banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved