KalselPedia

KalselPedia: Sejarah Pembangunan Waduk Riam Kanan

SEKITAR tahun 1950 hingga 1975, warga Banjarmasin tidak memiliki PLTU, apalagi PLTA.

KalselPedia: Sejarah Pembangunan Waduk Riam Kanan
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Keindahan waduk Riam Kanan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KalselPedia - SEKITAR tahun 1950 hingga 1975, warga Banjarmasin tidak memiliki PLTU, apalagi PLTA.

Sehingga untuk menikmati listrik, pihak PLN (waktu itu) menggunakan PLTD, yang mana mesin atau pusat PLTD berada di belakang Kantor PLN Banjarmasin, samping Jalan Merdeka Banjarmasin.

Posisi mesin PLTD berada di pusat kota, tepatnya di belakang Rumah Dinas Kapolda Kalsel dan tidak jauh dari Lapangan Sepakbola Merdeka (kini menjadi taman di seputaran Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

Seiring dengan berjalannya waktu, dan semakin banyaknya jumlah penduduk, dan jumlah kebutuhan listrik, maka pemerintah, yakni Gubernur Kalsel berencana membangun PLTA, di kawasan Waduk Riam Kanan yang merupakan salah satu waduk terbesar dimiliki provinsi.

KalselPedia - Inilah Rute Bus DAMRI di Kabupaten Tanahlaut

KalselPedia - Titik-titik Burung Walet di Kabupaten Batola Kalsel

KalselPedia - Kabupaten Banjar Masa Kini, Ada 19 Kecamatan dan 277 Desa

Waduk ini berada di Desa Aranio, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Pembangunan waduk ini digagas oleh Ir Pangeran Mohammad Noor, yang merupakan gubernur pertama Kalsel.

Sebelum adanya PLTA Riam Kanan, masyarakat sekitar tinggal di bawah bendungan.

Pekerjaan sehari-harinya sebagai pendulang emas, intan maupun menoreh karet.

PLTA Riam Kanan sempat berjaya di Kalimantan.

Sejarah pembangunan PLTA tidak pernah lepas dari sejarah pembangunan waduknya.

Halaman
123
Penulis: Jumadi
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved