KalselPedia

KalselPedia: Sejarah Pembangunan Waduk Riam Kanan

SEKITAR tahun 1950 hingga 1975, warga Banjarmasin tidak memiliki PLTU, apalagi PLTA.

KalselPedia: Sejarah Pembangunan Waduk Riam Kanan
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Keindahan waduk Riam Kanan 

Sebagai seorang gubernur, Pangeran Mohammad Noor ingin wilayah yang dia pimpin mampu bersaing dengan daerah-daerah lain.

Keinginannya tersebut jadi salah satu pemicu gagasan awal atas pembangunan waduk dan PLTA Riam Kanan.

Untuk mencukupi kebutuhan air sebagai sumber energi, pembangunan Waduk Riam Kanan terpaksa harus menenggelamkan sembilan desa dengan luas sekitar 9.730 Hektare.

Waduk ini membendung delapan sungai yang bersumber dari Pegunungan Meratus.

Salah satu sungai besar yang dibendung untuk kepentingan waduk adalah Sungai Barito yang bermuara di Laut Jawa.

Proyek pembangunan Waduk Riam Kanan saat itu ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum yang dibantu beberapa perusahaan dari Jepang.

Terlibatnya kontraktor Jepang pada proyek pembangunan waduk ini memunculkan berbagai kemungkinan.

Salah satunya adalah proyek ini dibangun atas bantuan pemerintah Jepang.

Pembangunan waduk dimulai pada bulan Oktober 1963.

Namun tidak langsung membangun waduk fisik.

Halaman
123
Penulis: Jumadi
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved