KalselPedia

KalselPedia: Sejarah Pembangunan Waduk Riam Kanan

SEKITAR tahun 1950 hingga 1975, warga Banjarmasin tidak memiliki PLTU, apalagi PLTA.

KalselPedia: Sejarah Pembangunan Waduk Riam Kanan
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Keindahan waduk Riam Kanan 

Proyek dimulai dari pembangunan infrastruktur penunjang pembangunan waduk, salah satunya dengan membangun jalan sepanjang kurang lebih 25 km.

Pembangunan infrastruktur penunjang selesai pada tahun 1966.

Dalam proses pembangunan Waduk Riam Kanan, waktu yang dibutuhkan kurang lebih 10 tahun.

Bahkan butuh waktu enam bulan untuk menampung air hingga ketinggian muka air waduk mencapai level minimum untuk menggerakkan turbin generator.

Waduk Riam Kanan baru diresmikan pada tanggal 30 Juni 1973.
Saat itu pemerintahan sudah berganti ke era Presiden Soeharto.

Saat diresmikan, PLTA Riam Kanan memiliki dua mesin pembangkit listrik.

Masing-masing pembangkit berkapasitas 10 MW.

Pembangunan tidak sampai sini saja, pada tahun 1980 penambahan instalasi pembangkit dilakukan lagi.

Satu unit mesin pembangkit ditambahkan, sehingga PLTA Riam Kanan saat itu berkapasitas 30 MW.

Untuk menghormati jasa Ir Pangeran Mohammad Noor, nama PLTA Riam Kanan diganti dengan PLTA Ir Pangeran Mohammad Noor.

(banjarmasinpost.co.id/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved