Berita Banjarmasin

RSUD Ulin Kencangkan Ikat Pinggang Kurangi Pengeluaran hingga Pebruari 2020

Kencangkan ikat pinggang dengan menghemat pengeluaran, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin optimistis bisa bertahan hingga paling

RSUD Ulin Kencangkan Ikat Pinggang Kurangi Pengeluaran hingga Pebruari 2020
banjarmasinpost.co.id/acm
Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kencangkan ikat pinggang dengan menghemat pengeluaran, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin optimistis bisa bertahan hingga paling lama Bulan Pebruari 2020.

Hal ini dilakukan mengingat adanya potensi tunggakan pembayaran layanan kesehatan peserta JKN-KIS Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada RS mitranya yang berlaku nasional.

Dimana pembayaran kepada RS mitra BPJS Kesehatan untuk layanan Bulan September, Oktober, Nopember dan Desember baru bisa dilunasi pada Tahun 2020 mendatang.

3 PENYESALAN Krisdayanti, Istri Raul Lemos & Eks Anang Hermansyah Ini Ingin Selalu Jadi Sorotan

KEANEHAN Mulan Jameela, Kepanasan Walaupun Pakai AC, Eks Duet Maia Ini Bayangka Ahmad Dhani di Bui

Vicky Prasetyo Pernah 24 Kali Nikah dengan Perempuan dari 6 Negara, Teman Dekat Sarita Ngaku Ini

"Dengan kencangkan ikat pinggang berhemat mudah-mudahan bisa sampai Pebruari 2020," kata Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati saat gelar konferensi pers di Ulin Tower, Sabtu (16/11/2019).

Dijelaskan dr Hj Suciati, pos pengeluaran yang akan dihemat yaitu pengeluaran yang tidak bersinggungan langsung dengan pelayanan kepada pasien.

Pos pengeluaran yang terkait pelayanan seperti makanan pasien, obat, gaji, tagihan listrik dan air akan tetap diprioritaskan.

Namun hal tersebut menurut dr Hj Suciati dapat dilakukan dengan syarat BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin bisa membayar tunggakan biaya pelayanan di RSUD Ulin Banjarmasin bulan Juli dan Agustus 2019.

"Juli dan Agustus katanya akan dibayarkan di tahun ini, mudah-mudahan di Nopember atau Desember ini bisa dibayarkan," kata dr Hj Suciati.

Diterangkannya nilai tunggakan BPJS Kesehatan kepada RSUD Ulin yaitu sebesar kurang lebih Rp 31 miliar untuk Bulan Juli 2019 dan kurang lebih Rp 28 miliar untuk bulan Agustus 2019.

Sedangkan untuk tagihan Bulan September dan Oktober yang sudah diajukan masing-masing sebesar kurang lenih Rp 28 miliar dan Rp 24 miliar.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin, Tutus Novita Dewi, tidak membantah adanya potensi keterlambatan pembayaran tagihan di empat bulan terakhir Tahun 2019 tersebut.

"Info di kami, bahwa pembayaran akan disesuaikan dengan jatuh tempo yang paling awal," kata Tutus.

Menurutnya terkait hal ini Kementrian Dalam Negeri sudah mengeluarkan surat arahan ke Pemerintah Daerah berisi mekanisme penanggulangan masalah tersebut.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved