Suka Duka Tenaga Kesehatan

Suka Duka Tenaga Kesehatan Mencegah Stunting, Winda Tak Jarang Dapat Omelan dari Nenek Bayi

Salah satu ujung tombak untuk kampanye kesehatan tersebut adalah tenaga kesehatan gizi yang bertugas di puskesmas-puskesmas.

Suka Duka Tenaga Kesehatan Mencegah Stunting, Winda Tak Jarang Dapat Omelan dari Nenek Bayi
BPost Cetak
BPost edisi cetak Sabtu (15/11/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - KEMENTERIAN Kesehatan saat ini sedang giat menyosialisasikan pencegahan stunting.

Salah satu ujung tombak untuk kampanye kesehatan tersebut adalah tenaga kesehatan gizi yang bertugas di puskesmas-puskesmas.

Mereka bertanggungjawab atas terpenuhinya gizi masyarakat khususnya bayi.

Miris dengan banyaknya para ibu yang tak lagi menerapkan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan kepada bayinya, Winda Pratiwi pun terpanggil untuk mengajak para calon ibu untuk memberikan ASI.

"Saya juga seorang ibu, saya sangat miris melihat masih banyak ibu yang tak memberikan asi eksklusif untuk anaknya," ujarnya.

HEBOH Bilik Asmara! Wadah Pemuas Kebutuhan Seksual Warga Pengungsi Gempa Ambon

Krisdayanti Histeris Saat Raul Lemos Disebut Akan Nikah Lagi, Ini Ancaman Ibu Aurel Hermansyah

Selvi Ananda Melahirkan, Pesan Netizen untuk Cucu Ke-3 Jokowi: Kami Mengucapkan Bodo Amat!

Karenanya perempuan yang juga masuk 100 Wanita Hebat versi Kantor Berita Antara dan empat besar kategori tenaga kesehatan ini tergerak untuk memprakarsai inovasi Mari Dukung ASI Eksklusif (Madu Asli).

Bersama timnya ia mengajak calon ibu, ayah hingga nenek agar mendukung ASI eksklusif.

"Biasanya kami datangi ke rumah-rumah atau ke tempat kegiatan para ibu, yasinan atau perkumpulan," ujar ibu dua anak ini.

Tak jarang ia justru mendapat omelan dari nenek bayi lantaran tak membolehkan memberi makan pisang kepada cucunya.

Meski begitu ia tetap yakin untuk memberikan pemahaman tentang ASI eksklusif.

Selain mendatangi rumah calon ibu, Winda juga tak jarang mendatangi toko dan warung untuk mengajak tak menjual susu formula untuk bayi di bawah enam bulan.

"Karena kami ingin sekali memutus rantai mudahnya para ibu memberi susu formula kepada bayi," ujar tenaga gizi yang bertugas di Puskesmas Tanjung Habulu, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, ini.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved