RSUD Sultan Suriansyah

Tarif Periksa Semua Dokter Spesialis RSUD Sultan Suriansyah Rp 30 Ribu dan Rp 40 Ribu Tanpa Rujukan

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Jalan Rantauan Darat, Kelayan Selatan, Banjarmasin Selatan akhirnya mengeluarkan penyesuaian tarif

Tarif Periksa Semua Dokter Spesialis RSUD Sultan Suriansyah Rp 30 Ribu dan Rp 40 Ribu Tanpa Rujukan
BPost Cetak
BPost edisi cetak Sabtu (15/11/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Jalan Rantauan Darat, Kelayan Selatan, Banjarmasin Selatan akhirnya mengeluarkan penyesuaian tarif baru pelayanan rumah sakit.

Menariknya, bagi warga yang mau periksa ke semua dokter spesialis cuma dikenakan biaya Rp 30 ribu dengan rujukan dan Rp 40 ribu tanpa rujukan.

“Per 1 November 2019, penyesuaian tarif baru rumah sakit telah diluncurkan. Untuk tarif periksa semua dokter spesialis cuma dikenakan biaya Rp 30 ribu dengan rujukan dan Rp 40 ribu tanpa rujukan. Saya lupa nomor Perdanya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi ditemui di sela-sela rapat di kantor DPRD Banjarmasin, Jumat (14/11).

HEBOH Bilik Asmara! Wadah Pemuas Kebutuhan Seksual Warga Pengungsi Gempa Ambon

Selvi Ananda Melahirkan, Pesan Netizen untuk Cucu Ke-3 Jokowi: Kami Mengucapkan Bodo Amat!

Krisdayanti Histeris Saat Raul Lemos Disebut Akan Nikah Lagi, Ini Ancaman Ibu Aurel Hermansyah

Menurutnya, pola tarif lama itu itu ditetapkan tahun 2011, yakni Rp 15 ribu untuk biaya pendaftaran dan pelayanan kesehatan.

Tentu tarif tahun 2011 itu tidak relevan lagi untuk tarif layanan kesehatan saat ini.

“Tarif semua dokter spesialis cuma dikenakan biaya Rp 30 ribu dengan rujukan dan Rp 40 ribu tanpa rujukan saya kira tak akan memberatkan masyarakat,” katanya.

Dijelaskannya, biaya dan tarif layanan kesehatan yang baru itu memperhitungkan biaya cleaning service, listrik, air dan jasa pengamanan itu sesuai UU No 4 tahun 2009 tentang penyusunan anggaran.

“Penyesuaian tarif baru itu seharusnya enam bulan lalu kita pergunakan. Namun karena masih menunggu hasil evaluasi dan nomor registrasi dari Kementerian Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) itu perlu waktu yang panjang,” katanya.

Menurut Machli, saat ini sudah ada evaluasi dari Kemendagri dan sudah diberikan nomer registrasi dari biro hukum provinsi Kalsel sehingga legalitas tarif penyesuian layanan rumah sakit sudah sah dibebankan ke masyarakat.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved