Berita Banjarmasin

Besi Pengunci Papan Lantai Jembatan Samping Masjid Pangeran Kuin Utara Lepas Timbulkan Suara Berisik

Jembatan Kuin Utara biasa disebut Jembatan Samping Masjid Pangeran adalah satu dari beberapa akses penghubung di Banjarmasin yang berusia cukup tua.

Besi Pengunci Papan Lantai Jembatan Samping Masjid Pangeran Kuin Utara Lepas Timbulkan Suara Berisik
Banjarmasinpost.co.id/Achmad Rizky Abdul Ghani
Seorang pengendara saat melewati Jembatan Kayu Ulin Samping Masjid Pangeran Suriansyah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jembatan Kuin Utara atau biasa disebut Jembatan Samping Masjid Pangeran adalah satu dari beberapa akses penghubung di Banjarmasin yang berusia cukup tua.

Jembatan Pangeran dibangun sejak puluhan tahun yang lalu dengan material kayu ulin, hal itu juga dapat terlihat dengan kondisinya yang sampai saat ini masih bertahan.

Jembatan Samping Masjid Pangeran Suriansyah sehari-harinya memegang peranan yang cukup penting. Pasalnya selain sebagai penyangga mobilisasi warga, jembatan ini juga menjadi lalu lintas wisatawan, terutama bagi mereka yang hendak berziarah ke Makam Sultan Suriansyah melalui jalur darat.

Namun sayangnya, dibalik perannya yang cukup besar tersebut, keberadaan jembatan tersebut saat ini justru sedikit menuai keluhan. Bagian kayu pagar pembatasnya lapuk bahkan ada yang patah sehingga membentuk lubang.

Bupati Balangan Akan Jalani Sidang Kasus Penipuan di PN Banjarmasin, Ketua PN Salah Satu Hakimnya

Kabar Duka dari Ustadz Abdul Somad, Sosok Ulama Kharismatik yang Dihormatinya Meninggal Dunia

Kemudian pengunci besi yang seyogianya mengikat antara satu papan dengan papan lain di lantai jembatan juga berangsur lepas. Sehingga atas kondisi itu menurut seorang warga sekitar, Fudail sering mengeluarkan suara berisik dan mengganggu.

" Iya, terutama pas ada kendaraan lewat, lantai jembatan yang tadinya sudah tidak ada pengunci besinya lagi selalu mengeluarkan bunyi keras dan cukup mengganggu, terutama saat beribadah," kata Fudail.

Tidak hanya Fudail, keluhan serupa juga datang dari seorang warga Kuin Utara lainnya, Andi. Bahkan ia mengatakan atas kondisi itu tidak sedikit sampai saat ini pengguna jalan pun yang mengalami celaka.

" Iya. Kalau orang jatuh, sudah banyak di sini. Dan selain itu membuat celaka, kondisi papan jembatan tanpa besi (pengunci, red) juga cukup mengganggu ketika ada kendaraan yang lewat, " ujarnya.

Andi berharap atas kondisi itu ke depan ada penanganan atau perbaikan oleh dinas terkait. Karena meski jembatan sebelumnya sudah pernah perbaikan setahun yang lalu, namun kondisinya justru telah berangsur rusak.

" Iya, kalau bisa sih diganti dengan jembatan box culvert, agar kondisinya lebih kuat," ujarnya.

Sedangkan Kabid Jembatan Dinas PUPR kota Banjarmasin, Rustam saat dikonfirmasi terkait hal itu tidak menampik akan segera melakukan perbaikan.

BRI, Warga dan TNI Bersihkan Sungai Kemuning, Wawali Darmawan: Program Perkelanjutan akan Lebih Baik

CPNS 2019, Diduga Ada Oknum Daftarkan Para Pelamar Fiktif di Formasi Tertentu Agar Tak Jadi Pilihan

Hanya saja perbaikan nantinya tidak pada merubah kondisi fisik secara keseluruhan atau menjadi box culvert, melainkan lebih mempertahankan kontruksi awal berupa kayu ulin.

Hal ini dikarenakan selain mempertimbangkan status jembatan yang memang memiliki nilai sejarah tinggi, juga kondisi sungai yang cukup luas sehingga tik memungkinkan bila dipasang box culvert.

" Untuk itu, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, jembatan tetap perbaiki nantinya. Namun perbaikan dilakukan dengan mempertahankan jembatan kayu ulin," tutupnya. (banjarmasinpost.co.id/gha)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved