Fakta Unik Ban Ganal Balangan

Keberadaan Benda itu Dianggap Menyusahkan Pengguna Jalan, Ban Ganal Batupiring Pun Dipindah

Bundaran ban besar atau ban ganal di Jalan A Yani, KM 1 Kelurahan Batupiring, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan

Keberadaan Benda itu Dianggap Menyusahkan Pengguna Jalan, Ban Ganal Batupiring Pun Dipindah
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Pertigaan Jalan A Yani, KM 1, Kelurahan Batupiring, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan kini nampak luas pacadipindahkannya ban besar yang ada tepat pada marka jalan di tikungan tersebut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Bundaran ban besar atau ban ganal di Jalan A Yani, KM 1 Kelurahan Batupiring, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan sejak beberapa waktu lalu sudah dipindah. Dampaknya, kondisi jalan pun kini dianggap lebih lebar dari biasanya.

Ban ganal yang diperkirakan berusia kurang lebih 20 tahun berada di tempat itu, sempat menuai kontroversi. Pasalnya, di media sosial sempat beredar perihal tulisan mengenai dampak dari keberadaan ban ganal tersebut.

Dianggap menghalangi jalan, akhirnya Pemkab Balangan pun mengambil keputusan untuk memindahkannya. Sekarang, ban ganal itu telah berada di sisi jalan, tak jauh dari tempat asalnya.

Ada dua unit ban ganal yang sempat menghiasi marka jalan bagian tengah di Jalan A Yani, KM 1 , Balangan tersebut.

KESEDIHAN Adik Krisdayanti, Anang Hermansyah dan Ashanty Mendadak Tak Hadiri Pernikahannya, Ada Apa?

HEBOH! Tertawa Seperti Kera, Bocah 6 Tahun Ini Dianggap Titisan Dewa, Ada Rambut Yang Bikin Viral

ANAK Muntah Darah! Artis Eza Gionino Ini Siap Duel dengan Penjual Arwana, Saya Enggak Takut

Disampaikan pengguna jalan, Janah, keberadaan ban tersebut memang sempat membuat pengendara disulitkan. Apalagi saat mengendarai mobil dan harus berselisih dengan mobil lainnya pada arah yang berlawanan.

Sebagaimana diketahui, ban ganal tersebut berada di tengah jalan dan memangkas area sejak puluhan tahun. Selain itu, posisinya pun tepat tikungan di Batupiring sekaligus pertigaan.

Secara otomatis, jalan pun menjadi sempit karena kendaraan dua arus berlawanan yang hendak lurus, harus melintas melewati ban tanpa mendekati persimpangan.

"Memang jadi sempit dan sulit. Apalagi kalau bawa mobil dan harus berselisih dengan mobil juga pada arah berlawanan," ucap Janah.

Bagi Janah, memang lebih baik tanpa ban ganal tersebut di pinggir jalan. Sehingga lebih leluasa saat melintas. Apalagi pada tikungan tajam yang bisa saja menyebabkan kecelakaan apabila jalannya sempit.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved