Berita Banjarmasin

Pelatihan Pentashihan Alquran UIN Antasari, ini Tujuannya

Menyahuti dinamika perkembangan penulisan dan tampilan mushaf Alquran akhir-akhir ini, baik dalam bentuk cetak maupun digital, Fakultas Ushuluddin

Pelatihan Pentashihan Alquran UIN Antasari, ini Tujuannya
Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari untuk Banjarmasin Post
Pelatihan Pentashihan Alquran, Upaya Menjaga Orisinalitas Penulisan Mushaf Alquran 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menyahuti dinamika perkembangan penulisan dan tampilan mushaf Alquran akhir-akhir ini, baik dalam bentuk cetak maupun digital, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin menggelar training Pentashihan Mushaf Alquran Standar Indonesia di Aula UIN Antasari.

Kegiatan selama dua hari ini diikuti 60 peserta, hasil kerjasama dengan Lajnah Pentashihan Mushaf alquran, Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI, yakni lembaga yang memiliki kewenangan untuk mentashih, mengkaji dan melestarikan mushaf Alquran.

Salah seorang peserta, Bashori, M. Ag, mengatakan, pelatihan pentashihan Alquran semacam ini berguna dalam upaya menjaga orsinalitas penulisan mushaf Alquran.

"Tanggung jawab dalam hal ini tidak hanya pada pemerintah, tetapi seluruh umat Islam, terutama akademisi yang menekuni bidang ulumul Alquran dan Tafsir," tegasnya, Minggu (17/11/2019).

Sentil Soal Dosa, Ashanty Ungkap Alasan Belum Berhijab, Istri Anang & Ibu Aurel Hermansyah Sebut Ini

Babak Baru Kasus Irwansyah & Medina Zein, Suami Zaskia Sungkar Mendadak Hilang Seusai Pemeriksaan

BKN Tutup Fitur Jumlah Pelamar di Portal CPNS 2019, Ada Indikasi Kecurangan untuk Kecoh Pelamar Lain

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari, Dr. Irfan Noor, M Hum mengatakan di era sekarang ini, umat Islam dihadapkan pada kemajuan teknologi.

"Hal ini berdampak pada munculnya berbagai bentuk penulisan dan tampilan Alquran. Tidak hanya dalam bentuk mushaf Alquran yang dicetak, tetapi juga muncul mushaf Alquran dalam bentuk elektronik atau digital. Bahkan, sekarang ada tuntutan untuk mengembangkan Alquran braille bagi kalangan disabilitas," katanya, kemarin.

Atas dasar ini, lanjut dia, perlu pelatihan pentashihan mushaf, sehingga bisa memberikan kontrol dan pengawasan terhadap penulisan mushaf yang beredar di tengah masyarakat.

Kegiatan training pentashihan ini, menurut Dr Norhidayat, ketua Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir, sekaligus panitia pelaksana, lebih tepat diselenggarakan di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari.

"Karena seluruh perangkat keilmuan yang diperlukan dalam pentashihan mushaf didalami di sini," katanya.

Di samping itu, kata dia, dari segi historis salah satu tokoh ulama yang turut memberikan andil dalam lahirnya Mushaf Standar Indonesis adalah berasal dari Banjarmasin, yakni KH. Hasan Mugeni Marwan, seorang yang lebih terkenal sebagai Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin yang pertama pada 1980 - 1982.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved