Berita Regional

Pengamat : Alasan Gubernur Ridwan Kamil Bikin Kolam Renang karena Sakit Lutut Dinilai Tak Masuk Akal

Alasan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bangun kolam renang di Gedung Pakuan dengan Rp 1,5 milia dinilai tidak masuk akal dan kurang dipahami publik.

Pengamat : Alasan Gubernur Ridwan Kamil Bikin Kolam Renang karena Sakit Lutut Dinilai Tak Masuk Akal
tribun jabar
Ridwan Kamil di Hotel Papandayan, Bandung, Rabu (27/6/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Alasan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membangun kolam renang di Gedung Pakuan dengan biaya Rp 1,5 miliar karena sakit lutut dinilai tidak masuk akal dan kurang dipahami publik.

Demikian menurut Pengamat kebijakan publik yang juga dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Dr Undang Sudrajat. 

Undang menilai, penjelasan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait alasan pembangunan kolam renang di Gedung Pakuan, tidak masuk akal dan kurang dipahami publik.

Dilansir dari Kompas.com, menurut Undang, alasan pembangunan kolam karena Gubernur Ridwan Kamil sakit lutut malah menambah polemik di publik.

"Memperhatikan dan menganalisis respons publik di media sosial terkait pembangunan kolam renang, sebagian besar negatif atau tidak setuju. Penjelasan yang disampaikan oleh Gubermur tidak meredakan kegaduhan publik," kata Undang kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu (17/11/2019).

Ridwan Kamil Duga Orang Dalam Terlibat, Minta Polisi Usut Otak Pencurian Mobil Dinas di Gedung Sate

Undang menyebutkan beberapa alasan publik kurang menerima penjelasan dari Gubernur Ridwan Kamil.

Pertama, bahwa rencana rehab rumah dinas Gubernur atau Pakuan sudah diusulkan jauh jauh hari pada tahun 2018.

Bahkan, kata Undang, Kepala Biro Umum Iip Hidayat menyatakan bahwa rencananya telah ada sebelum dia menjabat, atau tahun lalu.

"Pertanyaannya, apakah Gubernur sakit lutut sejak tahun lalu? Sementara, kegiatan olahraga Gubernur bersepeda terlihat dalam beberapa kesempatan di tahun 2019. Mestinya, kan dihindari (naik sepeda) kalau memang sejak tahun lalu lututnya cedera," kata Undang.

Kedua, mestinya dokter yang memeriksa gubernur memberikan penjelasan ke publik terkait cedera kaku. Kapan waktu cidera, seberapa parah, dan seperti apa pemulihannya.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved