Kesehatan

Penjelasan Dokter Kenapa Wanita Tidak Dianjurkan Mengunakan Pantyliner Terlalu Sering

Mungkin Anda adalah salah satu wanita yang terbiasa menggunakan pantyliner (pembalut tipis) untuk menyiasati keputihan.

Penjelasan Dokter Kenapa Wanita Tidak Dianjurkan Mengunakan Pantyliner Terlalu Sering
shutterstock
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mungkin Anda adalah salah satu wanita yang terbiasa menggunakan pantyliner (pembalut tipis) untuk menyiasati keputihan.

Tapi tahukah Anda, terlalu sering menggunakan pantyliner juga tidak baik bagi daerah kewanitaan.

Disampaikan Dokter Obsteri dan Ginekologi Konsultan Fetomental RSCM, Dr dr Ali Sungkar SP OG-KFM, penggunaan pantyliner secara rutin tidak begitu dianjurkan.

"Keputihan pada wanita itu normal, tapi memang bisa jadi abnormal karena berbagai hal. Tapi kalau dengan itu jadi pakai pantyliner terus-terusan juga tidak bagus," kata Ali dalam acara bertajuk Upaya Pencegahan dan Tatalaksana Anak Prematur Agar Tumbuh Kembang Optimal, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

BKN Tutup Fitur Jumlah Pelamar di Portal CPNS 2019, Ada Indikasi Kecurangan untuk Kecoh Pelamar Lain

Gara-gara Pria Ini, Nagita Slavina Diomeli Raffi Ahmad, Perlakuan Ibu Rafathar Jadi Sorotan

DEWI Hughes Bikin Kaget, Lakukan Diet Impossible, Ini 8 Artis yang Juga Sukses Turunkan Berat Badan

Apalagi, lanjut Ali, jika pantyliner dipakai seharian tanpa menggantinya dengan pantyliner baru.

Lantas apa pengaruhnya pantyliner bagi daerah V (vagina)? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Ali menjelaskan bahwa sebenarnya daerah V juga membutuhkan bakteri.

"Pantyliner itu kan pelembap, jadi seperlunya aja kalau mau pakai. Tahu kan kalau luarnya itu plastik, sehingga buat orang nyaman karena enggak keluar (keputihan)," ujarnya.

Tetapi ternyata hal itu justru mempengaruhi organ V wanita, karena akan membuat organ V tersebut terus-terusan dalam keadaan lembap.

"Kalau dipakai lama jadinya kan lembab terus, tapi kalau sering-sering diganti atau juga seperlunya saja, akan ada pertukaran udara di situ," tuturnya.

Kelembapan yang terjadi di sekitar daerah V bisa menjadi tempat kuman jahat dapat tumbuh subur, yang bukan tidak mungkin dapat menjadi penyebab atau faktor risiko berbagai penyakit.

Mengenai berapa lama pemakaian pantyliner, kata Ali, hal itu tergantung kondisi orang yang bersangkutan.

Setiap orang memiliki kondisi dan risiko keputihan berbeda-beda.

Meskipun demikian, diakui Ali, bahwa vagina tetap membutuhkan bakteri.

"Bakteri di vagina itu ada, namanya lactobacillus, tergolong bakteri yang baik. Bakteri ini membuat pH vagina lebih asam dan menjaga keseimbangan di daerah vagina," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wanita, Waspada Penggunaan Pantyliner yang Lama dan Rutin"

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved