Berita Regional

Polisi Bekuk Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur, Selamatkan 15 Korban dari Berbagai Daerah

Jajaran Satreskrim Polres Cianjur membongkar praktek dugaan human trafficking atau perdagangan orang di sebuah villa di kawasan Puncak, Cianjur.

Polisi Bekuk Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur, Selamatkan 15 Korban dari Berbagai Daerah
(KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)
Pasangan suami istri (pasutri), AS (47) dan AS (46) diamankan di Polres Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (16/11/2019) atas dugaan keterlibatan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CIANJUR -Pasutri pelaku human Trafficking di vila puncak Cianjur Jawa Barat ditangkap polisi. Keduanya digelandang ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Dilansir dari Jajaran Satreskrim Polres Cianjur membongkar praktek dugaan human trafficking atau perdagangan orang di sebuah villa di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (16/11/2019).

Dari lokasi tersebut, petugas Unit II PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) mengamankan dua orang tersangka berinisial AS (46) dan AS (47), serta belasan korban perempuan setengah baya.

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, pengungkapan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini berdasarkan laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas di salah satu villa di Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet tersebut.

"Kita amankan pasangan suami istri (tersangka) dan ada korbannya ada 15 orang perempuan berasal dari berbagai daerah," kata Juang kepada Kompas.com.

Harga Masih Dirahasiakan, iPhone 11, 11 Pro, dan 11 Pro Max Segera Masuk Indonesia 6 Desember

Baca juga: Dua TKI Asal Palembang Ini Jadi Korban Human Trafficking di Malaysia

Selain dari Cianjur, para korban juga berasal dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Barat, seperti dari Cirebon, Karawang, Bandung Barat, Tasikmalaya dan Sukabumi.

"Ada juga dari Banten dan luar Pulau Jawa, dari Lombok Tengah, seorang," sebut dia.

Juang menjelaskan modus pelaku mencari dan merekrut para korban dengan iming-iming akan dipekerjakan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan diberangkatkan ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Arab Saudi secara gratis.

Para korban ini dijanjikan akan dikasih uang masing-masing sebesar Rp 2 juta oleh pelaku sebagai pinjaman. Pembayarannya dengan cara potong gaji saat para korban sudah bekerja di luar negeri nanti.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved