Berita Banjarmasin

Rumah Singgah Banjarmasin Didominasi ODGJ Terlantar, Dinsos Bangun Dua Gedung

Rumah singgah Dinsos Kota Banjarmasin justru berbeda. Layaknya seorang anak kecil, mereka pun selalu mendapatkan perhatian serta bantuan petugas.

Rumah Singgah Banjarmasin Didominasi ODGJ Terlantar, Dinsos Bangun Dua Gedung
banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani
Seorang petugas rumah singgah saat sedang membantu memotong kuku ODGJ 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tidak dipungkiri, keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di sejumlah daerah kadang kala masih dipandang sebelah mata.

Terlebih dengan tampilannya yang urak-urakan, dekil dan bahkan berteriak-teriak sendiri di tengah jalan, justru dianggap menambah ketakutan bagi masyarakat sekitar.

Namun untungnya di rumah singgah Dinsos Kota Banjarmasin justru berbeda. Layaknya seorang anak kecil, mereka pun selalu mendapatkan perhatian serta bantuan petugas.

Amat misalnya, meski telah berusia dewasa tidak jarang untuk mengganti baju dan celana pun, masih harus disuruh petugas terlebih dahulu.

Nagita Slavina Bikin Asistennya Menangis, Raffi Ahmad Sampai Mengomel Karena Ini

Politikus PDI-P Dewi Tanjung Dilaporkan Tetangga Novel Baswedan ke Polisi atas Tuduhan Laporan Palsu

Tukang Becak Ini Tertangkap Hendak Buang Bangkai Babi, Mengaku Diupah Rp 500 Ribu

Awal Desember, SKTM Digantikan BPJS Kesehatan, Begini Penjelasan Dirut RSUD Datu Sanggul Rantau

Tidak hanya itu, demi memastikan kebersihan diri misalnya kuku dan rambutnya, ia juga rutin mendapatkan bantuan petugas untuk memotongnya.

Meskipun tujuan akhirnya tidak sampai di situ. Berharap mereka bisa kembali berkumpul dengan keluarga, namun apa daya semesta justru berkata lain.

Karena selain dibebani kondisi yang mengalami gangguan jiwa, tidak jarang mereka juga harus mendapatkan penolakan oleh keluarga sehingga membuat statusnya pun terlantar.

Hadi seorang petugas rumah singgah Dinsos Kota Banjarmasin tidak menampik hal itu. Bahkan pernah suatu ketika pihaknya berniat mengantarkan seorang ODGJ, justru ditolak oleh keluarga bersangkutan.

" Karena itu, ya terpaksa kami bawa kembali ke rumah singgah," ceritanya.

Sedangkan terkait Amat, meski selalu melontarkan kata-kata ingin pulang setiap menemui orang baru di sekitarnya, yakni 'Pak, Amat handak bulik ke Tamban pak, antarkan pakai motor bagus, antarkan!!' namun bukan berarti pihaknya pun berdiam diri.

Karena meski pihaknya meski telah berkeliling dan berkordinasi dengan warga serta aparat sekitar, tak satupun mereka mengetahuinya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved