Berita Kabupaten Banjar

Kalut Dengar Ortu Sakit, Mardani Buru-buru Otewe dan ini yang Terjad

Puluhan pengendara terjaring razia yang dilaksanakan Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian Resort (Polres) Banjar, Senin (18/11/2019) pagi.

Kalut Dengar Ortu Sakit, Mardani Buru-buru Otewe dan ini yang Terjad
banjarmasinpost.co.id/roy
Beberapa pengendara yang lengkap surat-menyurat atau kelengkapan berkendaranya kena tilang, Senin (18/11) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Puluhan pengendara terjaring razia yang dilaksanakan Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian Resort (Polres) Banjar, Senin (18/11/2019) pagi.

Beragam jenis pelanggaran yang menyebabkan mereka tertilang. Mulai dari persoalan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Surat Izin Mengemudi (SIM), dan lainnya.

Di antaranya meski dapat menunjukkan surat menyurat tersebut, namun masa berlakunya ada yang telah kedaluwarsa.

Salah satu pengendara yang tertilang, Mardani.

Warga Astambul, Kabupaten Banjar, ini kena tilang lantaran tak memiliki SIM.

Pesan Ahok BTP di Balik Jas Pernikahan dengan Veronica Tan, Tulisan Suami Puput Nastiti Devi Disorot

Episode Baru Kasus Rey Utami, Pablo Benua & Galih Ginanjar, Fairuz A Rafiq Harap Ini Jelang Sidang

Fakta Kehamilan Syahrini Dibongkar Nikita Mirzani, Perut Istri Reino Barack Disorot Rival Kumalasari

Ia mengaku tergesa-gesa berkendara karena mendengar kabar orangtuanya sakit.

"Saya kerjanya di Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut (Tala). Biasanya saya pulangnya petang atau malam. Tapi, tadi pas dapat kabar orangtua sakit, langsung saja saya otewe padahal saya belum punya SIM dan akhirnya kena tilang," tuturnya.

Mengenai ketiadaan SIM, lelaki 40-an tahun ini mengakui memang belum sempat membikin.

Apalagi selama ini ia sibuk bekerja di lapangan.

Kadang ia juga ikut teman saat bepergian.

Ia mendukung kegiatan razia yang dilakukan petugas.

Namun dirinya juga berharap petugas menjalankan tugas dengan hati dan bijak.

"Kalau ngomong aturan, iya saya memang salah. Tapi, mohon dipertimbangkan keadaan saya yang sedang buru-buru karena orangtua sakit. Mohon hal-hal kemanusiaaan sepert ini bisa dibijaksanai," harapnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved