Berita Banjar

Kerajinan Tangan Banua Masih Kalah Pamor, Begini Saran Mahasiswa Banjar Ini

Perlu Inovasi agar kerajinan tangan khas Banua berupa kerajinan purun lebih bisa diterima pasar

Kerajinan Tangan Banua Masih Kalah Pamor, Begini Saran Mahasiswa Banjar Ini
istimewa
Normalini Arpiani berpose mengenakan produk kerajinan topi purun 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki khazanah lokal yang beragam dan menakjubkan. Bahkan baru saja berlalu festival Pasar Terapung di Lokbaintan di Kecamatan Sungaitabuk, yang mampu menyedot wisatawan asing.

Aneka kerajinan tangan di Banua ini juga bisa terlihat pada festival wisata tahunan tersebut. Di antaranya ada topi lebar para pedagang dan pembeli di pasar terapung yang berbaan daun kayu nipah, termasuk topi purun dan bakul purun berbahan tanaman liar rawa lebak dalam (purun).

Namun memang pengguna atau penyuka kerajinan tangan khas Banua itu masih minim. Kawula muda bahkan umumnya kurang melirik barang tersebut karena dinilai kurang gaul atau tak modis.

"Karena itulah perlunya sentuhan, semacam inovasi agar kerajinan tangan khas Banua ini lebih bisa diterima pasar," cetus Normalini Arpiani, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin, Senin (18/11/2019).

BREAKING NEWS - Jalan Trans Kalimantan Sampit - Pangkalanbun Putus, Ratusan Kendaraan Tertahan

Cabuli 15 Siswa SMA, Guru Agama di Tamban Batola Ini Mengaku Fokus Beribadah Setelah Lakukan Aksinya

VIRAL! Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Tak Pulang dan Menghilang, Polisi Ternyata Berkata Lain

Kronologi Rigger Meninggal Dunia Tersengat Listrik di Takisung Tanah Laut, Gara-gara Pegang Tiang

Ia menuturkan Kalsel merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya khazanah lokal, baik budaya maupun kerajinan tangan.

"Nah dalam hal ini pemerintah dan para pelaku usaha kerajinan tangan di Banua ini mesti padu," tandasnya.

Menurutnya, peran pemerintah telah cukup baik baik dalam memperkenalkan karya kerajinan tanngan Banua seperti topi dan bakul purun. Bahkan hingga ke kancah nasional maupun internasional.

"Untuk itu para penrajin topi purun, saran saya mereka juga mesti selalu mengikuti perkemban atau tren kekinian. Misalnya mengemas lebih baik lagi dan tidak terlalu monoton dengan warna cerah atau ngejrang seperti kebanyakan barang aksesori di pasaran," sebutnya.

Amarah Dorce Gamalama Kepada Atta Halilintar yang Dituding Menistakan Agama, Begini Reaksinya

Bekuk Pelaku Curanmor Ini, Polisi Banjarbaru Harus Kejar-kejaran di Rawa Tanjung Rema Martapura

Gebyar Sekolah Model Banjarmasin, Teater SDN SN Pengambangan 5 Pukau Penonton

Ia optimistis kerajinan tangan khas Banua seperti topi dan bakul purun bisa mendapat tempat yang tinggi di masa mendatang. Pasalnya bahan yang digunakan ramah lingkungan.

"Contohnya bakul purun secara nyata bisa mengurangi penggunaan kantong plastik sehingga bisa jadi alternatif yang tepat," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved