Kuliner Unik dan Viral di Banjarbaru

Sate Unta Kini Ada di Banjarbaru, Dagingnya Berserat dan Maknyus Lho

Penjual sate daging unta adalah Siti Mariam. Dia membuka usaha ini di bilahan jalan Mistar Cokokusumo Cempaka Banjarbaru.

Sate Unta Kini Ada di Banjarbaru, Dagingnya Berserat dan Maknyus Lho
banarmasinpost.co.id/nurholis huda
Sate Unta di Jalan Mistar Cokrokusumo Cempaka Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pernahkan Anda makan daging unta? Ya, Kuliner satu ini jarang ditemukan di Indonesia karena bahan dasarnya, unta hanya bisa hidup di Arab Saudi.

Tapi kali ini muncul di Banjarbaru kuliner sate unta dari Arab Saudi.

Penjualnya adalah Siti Mariam. Dia membuka usaha ini di bilahan jalan Mistar Cokokusumo Cempaka Banjarbaru.

Dia menekuni bisnis kuliner ini sudah setahunan lebih bersama sang suaminya Muhammad Arifin Sabran.

Sate daging unta di Jalan Mistar Cokrokusumo Cempaka Banjarbaru
Sate daging unta di Jalan Mistar Cokrokusumo Cempaka Banjarbaru (banarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Karena jarang begitu buka sate ini pun sempat jadi pembicaraan di media sosial dan viral.

"Gak perlu ke tanah suci kalau mau mencicipi daging unta di Banjarbaru saja ada," tandas Yahya, Senin (18/11/2019)

Viral Video Detik-detik Nenek Disuruh Ngemis Jelang Jumatan, Diturunkan di Masjid, Dibekali Caping

Karena penasaran Banjarmasinpost.co.id pun mencobanya. Ternyata dagingnya berserat. Ketika dikuyah pun kress maknyus.

Rasanya mirip daging sapi namun lebih kasar. Hanya ada satu menu yakni sate untuk daging unta ini di warung Siti Mariam.

Karena sempat viral, maka itu pengelola Siti Mariam mengaku sempat kewalahan.

"Banyak yang datang, bahkan dari Balikpapan pun ada yang mau beli. Karena banyak, sementara stok daging terbatas jadi sering kehabisan," kata Siti Mariam.

Disebutkannya satu porsinya sate unta ini, Rp 60 ribu rupiah belum termasuk nasi dan minumnya.

Disebutkan Siti Maryam, karena terbatas per hari, maka dirinya mensiasati dengan menambah kuliner lain semisal, soto, sate ayam, ayam bakar dan bebek, lalapan dan sejenisnya.

"Karena banyak, jualan pun saya batasi sampai jam tiga sore saja dari pagi jam delapan," kata Siti Maryam. (banjarmasinpost.co.id /lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved