Korban Amandit Aquatic Center

Sebelum Tewas, M Ramadhani Ternyata Lompat dari Papan Loncat Indah, Keluarga Menolak Autopsi

Korban yang ditemukan tewas tenggelam di Kolam Renang Amandit Aquatic Center, desa Ganda Kecamatan Sungai Raya, Hulu Sungai Selatan.

Sebelum Tewas, M Ramadhani Ternyata Lompat dari Papan Loncat Indah, Keluarga Menolak Autopsi
capture rekaman CCTV
Kolam renang Amandit Aquatic Center dekat Stadion 2 Desember di Desa Ganda, Sungai Raya, HSS, tempat tenggelamnya korban 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Korban yang ditemukan tewas tenggelam di Kolam Renang Amandit Aquatic Center, desa Ganda Kecamatan Sungai Raya, Hulu Sungai Selatan, Muhammad Ramadhani (22) ternyata awalnya melompat dari papan locat indah yang ada di sekitar kolam.

Dia tak melompat seperti halnya pengunjung lain dari tepi kolam renang.‎

Namun, setelah melompat dia tak langsung muncul ke permukaan.

"Berdasarkan rekaman CCTV setelah lompat dari papan loncat indah sekitar lima menit korban baru muncul lagi, selanjutnya dia langsung menuju tepi kolam. Tapi tangannya tak sempat meraih pinggir kolam tenggelam,"ungkap Kapolsek Sungai Raya, AKP Randam Susilo saat dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Senin (18/11/2019).

Keganjilan Doa Gempi untuk Gisella Anastasia, Eks Gading Marten Diminta Sabar, Soal Video Syur?

Hasil Rekaman CCTV, ini Penyebab Korban Tenggelam di Kolam Renang Amandit Aquatic Center

Perlakuan Al El Dul Saat Ultah Suami Maia Estianty, Irwan Mussry, Putra Ahmad Dhani Malah Begini

Disebutkan, kedalaman kolam renang, mencapai enam meter.

Meski saat itu suasana di kolam renang cukup ramai, rupanya tak ada yang tahu kalau korban tenggelam, karena mengira menyelam biasa, dan kondisi korban luput dari perhatian karena korban sendiri tak berteriak minta tolong.

Mengenai menyebab korban tenggelam, menurut Kapolsek diduga korban bisa saja berenang.

Namun, karena dia melompat dari papan loncat indah, dan tak tahu teknik melompat, bisa saja berpengaruh terhadap kondisi jantungnya.

"Sebenarnya kami mau melakukan otopsi, tapi keluarga korban menolak, dan sudah membuat surat pernyataan menolak otopsi dan tidak akan melakukan penuntutan secara hukum karena meyakini korban meninggal dunia karena lamas (kehabisan napas akibat terlalu lama dalam air)," kata Kapolsek.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved