Ekonomi dan Bisnis

Heboh Kasus Investasi Bodong Kampung Kurma, OJK Harapkan Masyarakat Kalsel Tak Ada yang Jadi Korban

Kasus investasi bodong kembali menyeruak, terbaru penawaran syariah ilegal berkedok penanaman pohon kurma di suatu lahan yang disebut Kampung kurma

Heboh Kasus Investasi Bodong Kampung Kurma, OJK Harapkan Masyarakat Kalsel Tak Ada yang Jadi Korban
Istimewa/OJK Regional IX Kalimantan.
(Dua dari kiri) Kepala OJK Regional IX Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasus investasi bodong kembali menyeruak, terbaru heboh saat ini penawaran syariah ilegal berkedok penanaman pohon kurma di suatu lahan yang disebut Kampung Kurma.

Menanggapi hal ini, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IX Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim menyatakan, masyarakat di Kalimantan Selatan (Kalsel) harus lebih berhati-hati terutama dengan tawaran investasi ilegal berkedok perkebunan atau penanaman pohon dan sejenisnya.

"OJK regional Kalimantan belum mendapatkan pengaduan kasus Kampung Kurma dari korban. Kami berharap tidak ada dari masyarakat Kalsel yang turut menjadi korban kasus investasi bodong ini," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (19/11/2019).

Dijelaskannya, kasus Kampung kurma merupakan penawaran investasi yang tidak wajar karena menjanjikan hasil yang besar dalam waktu singkat dan periode yang lama, sehingga tidak sesuai dengan prinsip syariah.

Razia Angkutan Jaring 11 Pelanggaran, Catat Ini Jadwal Sidangnya di Pengadilan Negeri Martapura

Klasemen Usai Hasil Akhir Timnas Indonesia Vs Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia, Skor Akhir 0-2

Tiga Pasangan Bakal Calon Komunikasi DPD PAN Banjarbaru, Emi Tunggu Mereka Resmi Mendaftar

Reaksi Tak Terduga Roy Kiyoshi ke Sosok yang Bikin Vlog Rumah Makan Ruben Onsu Pakai Pesugihan

OJK telah mengajukan pemblokiran situs kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan satgas telah melaporkan kampung kurma kepada Bareskrim Polri.

"Skema Kampung Kurma menawarkan investasi unit lahan pohon kurma dengan skema, satu unit lahan seluas 400 meter persegi sampai dengan 500 meter persegi, ditanami lima pohon kurma dan akan menghasilkan Rp 175 juta per tahun. Selanjutnya, pohon kurma akan berbuah pada usia 4-10 tahun dan akan terus berbuah hingga usia pohon 90 tahun," paparnya.

Sebelum berinvestasi, dia mengimbau agar masyarakat tidak tergiur dengan hasil investasi yang sangat besar atau di luar nalar dengan waktu yang relatif singkat.

NEWSVIDEO : Pilkada Kalsel 2020, Paman Birin Mendaftar Bacalon Gubernur ke Partai Gerindra Kalsel

Kondisi Dermaga Sungai Gampa Batola Tak Layak, BPTD XV Kalsel Perjuangkan Rehab Total

Beda Sikap Dul Jaelani di Ultah Suami Maia Estianty dan Ultah Ahmad Dhani, Kompak Dengan Putri Mulan

"Ada tiga poin penting yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi yakni, memastikan pihak yg menawarkan investasi memiliki perijinan, memastikan pihak yg menawarkan investasi memiliki ijin dalam menawarkan produk, dan memastikan bila terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah telah sesuai dengan ketentuan," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved