Berita Banjarbaru

Kerap Menumpuk & Hilang, Penyelenggara Pemerintahan Harus Pahami Jadwal Retensi Arsip

Masih banyak ditemui, kantor pemerintahan yang menumpuk arsip-arsip bahkan sejak puluhan tahun.

Kerap Menumpuk & Hilang, Penyelenggara Pemerintahan Harus Pahami Jadwal Retensi Arsip
Foto istimewa Dispersip Kalsel untuk Banjarmasin Post
sosialisasi Jadwal Retensi Arsip se Provinsi Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Masih banyak ditemui, kantor pemerintahan yang menumpuk arsip-arsip bahkan sejak puluhan tahun.

Arsip yang menumpuk selain memenuhi ruangan kantor, juga seringkali terabaikan.

"Hal ini yang harus dihindari. Arsip-arsip tak harus selalu disimpan dan memenuhi gudang, lalu yang penting-penting pun jadi terabaikan karena ditumpuk terus," kata Arisparis Madya Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Dra Maulida Abdiyana dalam sosialisasi Jadwal Retensi Arsip se Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, semalam Senin (18/11/2019) yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kalsel.

Gelagat Nagita Slavina Hamil? Raffi Ahmad Dibuat Pusing Ibu Rafathar yang Ingin Makan Ini Malam Hari

Sindir Syahrini Lagi? Komentar Maia Estianty pada Aming yang Pamer Jet Pribadi Jadi Sorotan

Nama Calon Suami Luna Maya Disentil, Eks Ariel NOAH Blak-blakan Soal Pernikahan ke Boy William

Dia mencontohkan, banyak keberadaan SD Impres yang puluhan tahun lalu banyak tersebar di Indonesia, seperti hilang ditelan waktu karena data yang tidak tertata rapi.

"Karena banyaknya data arsip yang hilang diantaranya karena ketumpuk-tumpuk sama arsip lainnya," kata dia.

Oleh sebab itu, pentingnya dimengerti Jadwal Retensi Arsip bagi penyelenggara pemerintahan khususnya.

Jadwal Retensi Arsip (JRA) adalah pedoman untuk melakukan penyusutan arsip dan pengurangan jumlah volume arsip.

"Harus bisa memilah mana yang punya nilai, berapa lama disimpan dan sebagainya. Bila ada nilai sekundernya, harus dipermanenkan menjadi arsip statis. Seperti daftar murid di sekolah misalnya, itu harus diserahkan ke lembaga kearsipan karena itu bagian dari sejarah," katanya.

Dasarnya, kata Maulida, Undang-undang (UU) nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan dan Peraturan Pemerintah (PP) 28 tahun 2012.

Kepala Dispersip Kalsel Hj Nurlaini Dardie menjelaskan, diharapkan dengan kegiatan ini pihak-pihak yang terkait makin sadar akan pentingnya kearsipan.

"Harus sama-sama disadari bersama bahwa pengarsipan itu sangat penting," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/rahmadhani)

Penulis: Rahmadhani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved