Berita Banjarmasin

Peringatan Hari Anak Sedunia 2019, Habib Aboe Bakar Ingatkan Aparat Hukum Soal Penanganan Kasus Anak

Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengingatkan aparat hukum dalam penanganan kasus anak.

Peringatan Hari Anak Sedunia 2019, Habib Aboe Bakar Ingatkan Aparat Hukum Soal Penanganan Kasus Anak
Habib Aboe Bakar Alhabsyi untuk BPost Group
Anggota DPR RI Dapil Kalsel, Habib Aboe Bakar Alhabsyi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Anak adalah aset bangsa, karenanya saat momentum Hari Anak sedunia 2019 ini kita harus mengedepankan upaya untuk melindungi anak Indonesia dari kekerasan dan persoalan fisik lainnya.

Tahun 2018, KPAI mencatat ada 4.885 kasus kekerasan terhadap anak, angka ini cenderung bertambah 306 dibanding tahun 2017 yang 4.579 kasus.

Bagi Habib Aboe Bakar Alhabsyi, hal ini menjadi pekerjaan rumah untuk semua pihak khususnya dalam hal memberikan berbagai bentuk perlindungan terhadap anak dari kekerasan. Karena hakikatnya, menjaga satu anak berarti melindungi masa depan bangsa Indonesia.

"Saya minta aparat penegak hukum dapat mengikuti prosedur jika menangani perkara pidana yang melibatkan anak anak. Jika ada anak yang berhadapan dengan hukum, maka harus diikuti proses yang diayur dalam sistem peradilan pidana anak, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2012," ucap Legislator Dapil Kalsel 1, Selasa (19/11/2019).

Kabar Duka dari Vanessa Angel, Cecep Reza Pemeran Bombom di Sinetron Bidadari Meninggal Dunia

Sebar Foto Mesra Ayu Ting Ting dengan Pria Diduga Robby Purba, Ibunda Teman Raffi Ahmad Minta Maaf

Breaking News : Pencuri Beraksi di SDN 5 Jejangkit Kapuas, 22 Keping Lantai Kayu Ulin Raib

680 Pelamar Berhasil Mendaftar Formasi CPNS di HSS, Ini Formasi yang Masih Belum Ada Pelamarnya

Karena kelahiran Undang-undang ini bertujuan agar dapat terwujud peradilan yang benar-benar menjamin perlindungan kepentingan terbaik terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.

Anggota Komisi III DPR RI ini menambahkan, menurut UU tersebut diatur penempatan anak yang menjalani proses peradilan dapat ditempatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

Selain itu secara tegas diatur mengenai Keadilan Restoratif dan Diversi yang dimaksudkan untuk menghindari dan menjauhkan anak dari proses peradilan sehingga dapat menghindari stigmatisasi terhadap anak.

"Namun sepertinya tidak semua aparat penegak hukum memahami dengan baik aturan tersebut. Karenanya, saya mengajak agar para pimpinan lembaga penegak hukum bisa memberikan penguatan, agar jajarannya dapat memahami aturan tersebut," ucap Ketua Badan Kehormatan Dewan DPR ini kepada banjarmasinpost.co.id.

Foto Pilu Ashanty Masuk Rumah Sakit Karena Autoimun, Ayah Aurel Hermansyah, Anang Alami Hal Aneh

LINK MOLA TV! Live Streaming TV Online Timnas Malaysia vs Indonesia, Live TVRI Indonesia vs Malaysia

Dikejar Warga Hingga ke HSU, Sopir Pikap Pelaku Tabrak Lari di Tabalong Diamankan di Polsek Alabio

Melalui momentum peringatan Hari Anak sedunia pihaknya mengingatkan kembali pentingnya memenuhi aturan dari sistem Peradilan Pidana Anak.

"Bukan sekadar untuk menuhi kaidah penegakan hukum, tetapi juga untuk perlindungan anak dan masa depan bangsa," kata Habib Aboe Bakat Alhabsyi yang juga Ketua DPP PKS Wilda Kalimantan itu.

(banjarmasinpost.co.id/ rendy nicko)

Penulis: Rendy Nicko
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved