Kesehatan

Jarang Diketahui, ini Bahayanya Racun Sampah Elektronik bagi Kesehatan

Dari banyak jenis sampah yang dihasilkan, terdapat pula sampah elektronik atau electronic waste (e-waste).

Jarang Diketahui, ini Bahayanya Racun Sampah Elektronik bagi Kesehatan
kompas.com/THINKSTOCKS/OPERATION SHOOTING
Ilustrasi sampah elektronik 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Indonesia terkenal sebagai salah satu negara penghasil sampah terbanyak di dunia.

Dari banyak jenis sampah yang dihasilkan, terdapat pula sampah elektronik atau electronic waste (e-waste).

Tanpa disadari kita telah akrab dengan e-waste dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, belum banyak orang yang menyadari bahaya pengelolaan yang sembarangan terhadap e-waste.

Rafa Jafar, penggiat lingkungan muda yang juga inisiator dropzone E-Waste RJ, menjelaskan bahwa semua benda yang terbuat dari bahan elektronik bisa dikatakan sebagai e-waste jika sudah tidak dapat digunakan lagi.

Sikap Tak Terduga Irish Bella ke Ammar Zoni Setelah Duka Soal Bayinya, Ini Nasib Sohib Dylan Carr

5 Tips Membersihkan Kamar Mandi, 70 Persen Rumah di Indonesia Belum Bersih Kamar Mandinya

Sosok Pria Bule Pacar Nagita Slavina Dibahas Raffi Ahmad, Ternyata Ibu Rafathar Ungkap Fakta Ini

Antara lain kabel, remote, tv, kulkas, telepon, baterai, kipas angin, AC, piano atau gitar listrik, saklar listrik, dispenser, blender, microwave, komputer, wifi, pengering rambut, dan lain sebagainya.

Namun, benda-benda elektronik tersebut pada dasarnya memiliki komponen atau Bahan Beracun Berbahaya (B3) yang dampak atau bahayanya jarang diketahui oleh masyarakat.
"Kita sebenarnya setiap hari berhubungan dengan e-waste, tapi kadang gak sadar apa bahayanya. Terutama dari zat B3 yang dampaknya tidak baik bagi kesehatan kita," kata remaja yang akrab disapa RJ ini di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Karena berkecimpung dan menjadi pelopor sadar e-waste, RJ mengumpulkan data dari berbagai sumber.

Ia pun membuat dropzone untuk e-waste di berbagai daerah.
Keprihatinan RJ berangkat dari sampah elektronik yang terbengkalai dan efek komponen-komponen beracun di dalamnya.

"Sekarang apalagi, banyak yang paling tidak punya handphone dua. Nah itu kalau ada yang rusak ya kalau enggak disimpan ya dibuang di sekitar kita. Tanpa kita tahu bahwa zat B3 di e-waste bekas HP atau baterai itu bahayanya ke kita juga," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved