Bumi Selidah

Dispersip Batola Gelar Bimtek Jadwal Retensi Arsip

Bimbingan Teknis Jadwal Retensi Arsip (Bimtek JRA) di Aula Mufakat, Kamis (14/11/2019) lalu.

Dispersip Batola Gelar Bimtek Jadwal Retensi Arsip
Humas Pemkab Batola
Bimbingan Teknis Jadwal Retensi Arsip (Bimtek JRA) di Aula Mufakat, Kamis (14/11/2019) lalu. 

 BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Barito Kuala (Dispersip) menggelar Bimbingan Teknis Jadwal Retensi Arsip (Bimtek JRA) di Aula Mufakat, Kamis (14/11/2019).

Kegiatan yang berlangsung dua hari hingga Jumat (15/11) ini diikuti para perwakilan SKPD dan kecamatan se-Batola.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS melalui Asisten Bidang Kemasyarakatan, Akhmad Mawarni sangat mengapresiasi Bimtek JRA yang dilaksanakan.

“Saya menilai banyak manfaat dari penerapan JRA ini,” ucapnya Beberapa manfaat itu, urai bupati, di antaranya meningkatkan efektivitas kearsipan, menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban, serta mewujudkan konsistensi dalam penyusutan arsip.

Namun demikian, sebut bupati, pengendalian sistematis terhadap pengelolaan arsip mulai dari penciptaan, penggunaan, pemeliharaan dan penyusunan sedianya menjadi tantangan besar, terlebih banyak arsip berupa lembaran kertas.

Kepala Dispersip Batola, Hj Harliani mengatakan, pengelolaan kearsipan pemerintah tidak bisa dipandang enteng. Untuk itu pihak Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melakukan penanggulangan melalui JRA.

Walau pun langkah yang dilakukan tidak berjalan mulus yang disebabkan keterbatasan pemahaman atas ketentuan-ketentuan JRA.

“JRA sebenarnya sudah lama dicetuskan ANRI. Hanya penerapan di lapangan masih belum sepenuhnya diterapkan dengan baik,” papar Kadispersip yang akrap disapa bu Harli itu.

Harli memaparkan, JRA adalah pedoman pemusnahan, penyusutan, dan mempermanenkan arsip. Dalam arti, selembar kertas arsip tidak bisa dimusnahkan begitu saja sebelum sesuai petunjuk ANRI melalui JRA.

Dalam ketetapan ANRI, sebut Harli, terdapat JRA keuangan, kepegawaian, non kepegawaian, dan non keuangan.

Dengan sistem JRA, kantor-kantor SKPD tidak lagi dipenuhi tumpukan-tumpukan arsip. Arsip-arsip permanen ditaruh di kotak khusus yang disediakan ANRI.

“Saat ini kami telah memesan 1.000 kotak untuk Tahun Anggaran 2020. Bukan kotak biasa, karena terdapat pengaturan tingkat keasaman yang mempengaruhi ketahanan kualitas arsip,” paparnya. (aol)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved