Travel Internasional

NYAWA Taruhannya, Ini Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Aksi Traveling, Terungkap Soal Indonesia

NYAWA Taruhannya, Ini Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Aksi Traveling, Terungkap Soal Indonesia

NYAWA Taruhannya, Ini Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Aksi Traveling, Terungkap Soal Indonesia
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Sejumlah kapal merapat di dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (10/6/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - NYAWA Taruhannya, Ini Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Aksi Traveling, Terungkap Soal Indonesia.

Travel Risk Map tersebut perkiraan tempat paling berbahaya untuk dikunjungi pada tahun 2020, serta masalah terbesar yang akan dihadapi para pelancong di tahun mendatang.

Untuk itu International SOS, sebuah perusahaan jasa risiko keamanan medis dan perjalanan, merilis annual Travel Risk Map ke-11.

Dilansir laman Forbes, menurut Matthew Bradley, direktur keamanan regional di International SOS, risiko nomor satu untuk tahun depan adalah risiko dari pergeseran geopolitik.

"Kerusuhan sipil dihasilkan dari ketidaksetaraan dan orang-orang yang ingin memiliki situasi yang berbeda di negara mereka daripada di masa lalu," kata Matthew Bradley, direktur keamanan regional di International SOS.

AC Milan Garuk-garuk Kepala, 4 Pemain Pesakitan Malah Kompak Cetak Gol buat Negaranya

TRAGIS Mahasiswi Tewas Bersimbah Darah di Sisi Bayi yang Baru Dilahirkan, Terungkap Sosok Si Pacar

1.891 Formasi untuk Dosen, Dicari S1 hingga S3, CPNS 2019 di Kemendikbud KLIK cpns.kemdikbud.go.id

"Kami telah melihat hal itu terutama di Hong Kong, di negara-negara berisiko rendah lainnya seperti Chili dan di beberapa negara berisiko tinggi seperti Bolivia, Ekuador, dan Lebanon."

Pada Travel Security Risk Map dunia, International SOS mencantumkan lima kategori risiko: tidak signifikan, rendah, sedang, tinggi dan ekstrem.

Menurut International SOS, peringkat ini didasarkan pada "ancaman saat ini yang ditimbulkan kepada para wisatawan dengan kekerasan politik (termasuk terorisme, pemberontakan, kerusuhan dan perang yang bermotivasi politik).

Ada juga kerusuhan sosial (termasuk kekerasan sektarian, komunal dan etnis) serta kekerasan.

Faktor-faktor lain termasuk infrastruktur transportasi, hubungan industrial, efektivitas keamanan dan layanan darurat, dan

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved