Kriminal Batola

Oknum Guru Agama di Tamban Batola yang Cabuli 15 siswa Diberhentikan Sebagai Guru Honorer

Terkait dengan oknum guru honorer agama berinisial S (50) di Tamban Batola, kasusnya kini ditangani di kepolisian Polres Batola.

Oknum Guru Agama di Tamban Batola yang Cabuli 15 siswa Diberhentikan Sebagai Guru Honorer
humas polres batola
Kapolres Barito Kuala, AKBP Bagus Suseno Kasat Reskrim AKP Edy Yulianto dan Kapolsek Tamban AKP Aunur Rozaq menggelar jumpa pers kasus penyimpangan seksual S (50), guru ngaji di salah SMA Tamban tersangka pencabulan 15 siswa, Senin (18/11/19) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Oknum guru honorer agama berinisial S (50) di Tamban Batola yang diduga mencabuli siswanya, kasusnya kini ditangani di kepolisian Polres Batola.

Namun terkait nasib dia untuk mengajar lagi kini sudah tidak ada lagi. Dia resmi diberhentikan sebagai guru honor dan gajinya tidak dibayarkan lagi.

Hal itu ditegaskan oleh Kadisdikbud Pemprov Kalsel, HM Yusuf Effendi.

"Dulu dia diangkat melalui guru honorer kepala sekolah. Sudah 13 tahun mengabdi diangkat sejak tahun 2006. Atas kelakuan oknum itu kini kepala sekolah mengusulkan untuk diberhentikan. Dan kami sependapat dengan kepala sekolah dan memang gajinya kami sudah tahan tidak lagi diberikan, " kata Yusuf Effendi.

Dirinya selaku kepala dinas sudah memerintahkan kepala sekolah untuk mengawasi anak-anak atau peserta didik agar tidak lagi ada kejadian serupa.

Cabuli 15 Siswa SMA di Tamban, Guru Agama Ini Akui Pernah Dicabuli Saat Kecil

BREAKING NEWS : Cabuli 15 Siswa SMA, Guru Agama di Tamban Batola Ini Pakai Modus Beri Amalan

Koordinator Pengawas sekolah SMA dan SMK Kalsel, Drs. Abdul Rivai, mengatakan kasus ini sudah Dimintakan kepala sekolah untuk memeroses oknum guru tersebut agar dilaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi.

"Kalau saran kami memang diberhentikan. Karena memang sudah keterlaluan. Saat ini masih proses dari pihak Kepsek ke pihak Disdikbud Kalsel," tandasnya.

Diketahui, S (50), seorang guru agama honorer provinsi salah satu SMAN Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola. Bukannya, memberikan pendidikan agama yang baik, malah berbuat tidak senonoh kepada puluhan siswa pria.

S dihadirkan jumpa pers Polres batola dengan kasus penyimpangan seksual tersangka pencabulan 15 siswa, Senin (18/11/19) yang lalu. (banjarmasinpost.co.id /lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved