Ekonomi dan Bisnis

Sudah Mendapat Izin OJK, Kalsel Miliki 1 Bank Wakaf Mikro, Salurkan Pinjaman dengan Biaya Murah

Dijelaskannya, BWM dibentuk untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat yang belum terjamah perbankan dan lembaga keuangan formal.

Sudah Mendapat Izin OJK, Kalsel Miliki 1 Bank Wakaf Mikro, Salurkan Pinjaman dengan Biaya Murah
OJK.go.id
Logo Bank Wakaf Mikro (BWM) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IX Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim mengungkapkan, saat ini Kalimantan Selatan (Kalsel) telah memiliki satu bank wakaf mikro (BWM).

"Yaitu Koperasi Jasa Lembaga Keuangan Mikro Syariah Bank Wakaf Mikro (LKMS-BWM) Al Hijrah Cindai Alus di Banjarbaru, LKMS-BWM sudah resmi mendapatkan izin dari OJK," ucapnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (21/11/2019).

Dijelaskannya, BWM dibentuk untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat yang belum terjamah perbankan dan lembaga keuangan formal.

Riza mengharapkan BWM dapat mengikis kesenjangan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan khususnya masyarakat di sekitar pesantren, karena pendiriannya bekerja sama dengan pesantren.

Bank Asing Tutup Cabang di Banjarmasin, Begini Tanggapan Kepala OJK Regional IX Kalimantan

Upayakan Pengembangan UMKM, Bank Kalsel Berbagi Pengalaman dengan Bank Jatim

BWM menyalurkan pembiayaan dengan biaya murah maksimum 3 persen pertahun. Adanya pembiayaan ini masyarkat dapat memanfaatkan BWM dan terhindar dari pinjaman rentenir.

"OJK tidak memiliki kewenangan untuk menindak rentenir, namun dengan edukasi kepada masyarakat mengenai bahayanya rentenir, diharapkan masyarakat dapat meninggalkan rentenir," kata dia.

Maraknya penipuan dan investasi bodong, mendorong OJK untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai produk-produk perbankan melalui sosialisasi.

"Di samping itu, OJK bekerjasama dengan instansi lain yaitu Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Agama, dan lain-lain. Melalui wadah Satgas Waspada Investasi, dilakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap upaya-upaya penipuan dengan berbalut investasi yang tidak wajar atau tidak berizin," pungkas Riza. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved