Berita jakarta

Angkie Yudistia, Penyandang Disabilitas Berpengaruh di Indonesia yang Jadi Staf Khusus Presiden

Pada 2008, ia didapuk menjadi salah satu finalis Abang None Jakarta. Di tahun yang sama, ia didapuk sebagai "The Most Fearless Female Cosmopolitan.

Angkie Yudistia, Penyandang Disabilitas Berpengaruh di Indonesia yang Jadi Staf Khusus Presiden
instagram/angkie.yudistia
Angkie Yudistia 

BANJARMASINPOST.CO. JAKARTA – Presiden Joko Widodo memperkenalkan tujuh orang dari kalangan muda atau milenial yang menjadi staf khususnya. Pengumuman itu dilakukan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Dilansir dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo menunjuk Angkie Yudistia sebagai salah satu dari tujuh staf khusus presiden.

Wanita berusia 32 tahun ini dikenal sebagai penyandang disabilitas berpengaruh di Indonesia.

Sejak usia 10 tahun, Angkie kehilangan pendengarannya. Dugaan sementara, hal itu tidak terlepas dari konsumsi obat-obatan antibiotik saat ia mengidap penyakit malaria.

“Awalnya aku enggak tahu (ada gangguan pendengaran), sampai lingkungan sekitar bilang sudah manggil-manggil, tetapi aku enggak dengar, enggak nengok,” cerita Angkie saat ditemui Kompas.com di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, 1 Maret 2017.

Presiden Jokowi Umumkan 7 Staf Khusus dari Kalangan Milenial di Beranda Istana

Mengidap keterbatasan pendengaran saat remaja bukanlah hal yang mudah untuk Angkie. Ia kerap merasa tertekan dan kurang percaya diri.

Setidaknya, butuh waktu 10 tahun bagi penulis buku Perempuan Tunarungu, Menembus Batas itu untuk bangkit.

Angkie Yudistia(Instagram/angkie.yudistia)

Lulus dari SMAN 2 Bogor, Angkie kemudian melanjutkan kuliah Jurusan Ilmu Komunikasi di London School of Public Relations Jakarta.

Kehidupan di kampus itulah yang kemudian sedikit demi sedikit mengubah pola pikirannya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved