Revolusi Hijau Dishut Kalsel

Didukung Kekayaan Hutan Bambu, Dishut Kalsel Kembangkan Tusuk Sate, Kirim 2 Ton ke Kaltim

Kebutan tusuk sate di Kota Banjarmasin 2 ton perbulan. Kebutuhan itu,dipenuhi dengan mendatangkan tusuk sate dari Malang, Jawa Timur.

Didukung Kekayaan Hutan Bambu, Dishut Kalsel Kembangkan Tusuk Sate, Kirim 2 Ton ke Kaltim
Dishut Kalsel
Proses pembuatan tusuk sate di Malang ketika dishut mengunjungi pabrek tusuk sate. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Bambu merupakan bahan utama pembuatan tusuk sate. Sayangnya, meski disokong kekayaan alam hutan bambu provinsi ini masih mendatangkan tusuk sate dari pulau jawa tepatnya Kota Malang, Jawa Timur.

Beberapa tahun ke belakang belum ada yang memproduksi tusuk sate di Kalsel. Padahal, secara kebutuhan penggunaan tusuk sate di Kalsel cukup tinggi.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, di Kota Banjarmasin saja, menyebut produkai tusuk sate per bulan kurang lebih 2 ton.

"Itu pun di Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar, masih belum ada. Termasuk dan daerah-daerah lainnya padahal itu potensi," katanya belum lama tadi.

Melihat fakta tersebut menurut Hanif, pihaknya terpacu memproduksi tusuk sate bersama pihak terkait. Posisi saat ini Provinsi Kalsel sudah memiliki mesin produksi tusuk sate dan akan segera memenuhi kebutuhan tusuk sate dan tusuk gigi bambu.

"Agak lucu sebenarnya, kita yang punya bambu melimpah tusuk sate masih mendatangkan dari luar. Alhamdulillah kemarin kita sudah kirim 2 ton tusuk sate ke Provinsi Kalimantan Timur," tuturnya.

Dikatakan Hanif, hutan bambu di Kalsel melimpah terutama di Hulu Sungai.

“Bahan baku kita tidak kekurangan. Dalam tiga tahun bambu sudah bisa diproduksi. Target kita memproduksi tusuk sate 12 ton per bulan. Kita optimis Kalsel tidak lagi impor tusuk sate," beber Hanif.

Karena itu, tak ayal jika Dishut Kalsel Dukung Kelompok Tani Hutan Jenis Bambu untuk tusuk sate.

Berikut beberapa cara peningkatan kualitas tusuk sate yang dilakukan,

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved