Berita Banjarmasin

HUT ke-29 JNE Kalsel, Kaila Semringah Dapat Uang Tali Asih

Kaila bersama anak Panti Asuhan Mizan Amanah Bumi Mas Raya dan Panti Asuhan Amanah Insani di Jalan HKSN Banjarmasin sangat berbahagia setelah

HUT ke-29 JNE Kalsel, Kaila Semringah Dapat Uang Tali Asih
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
BM JNE Kalssl, Devi Heriyanto serahkan uang tali asih 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kaila bersama anak Panti Asuhan Mizan Amanah Bumi Mas Raya dan Panti Asuhan Amanah Insani di Jalan HKSN Banjarmasin sangat berbahagia setelah mendapat uang tali asih dari JNE Kalsel di Jalan Gatot Subroto Banjarmasin, Minggu (24/11/2019).

Uang tali asih untuk 29 anak dari dua panti asuhan tersebut diserahkan Brand Manager (BM) JNE Kalsel, Devi Heriyanto.

"Saya sangat senang mendapat uang tali asih dari JNE. Uangnya saya pergunakan keperluan sekolah," kata Kaila yang nginap di Panti Asuhan Mizan Amanah.

"Peringatan HUT JNE ke-29 digelar secara sederhana. Kita memang rutin mengundang anak panti asuhan setiap HUT JNE," kata BM JNE Kalsel, Devi Heriyanto, Minggu.

Sebab Utama Irma Darmawangsa Derita Kista Diungkap Ustadz Dhanu, Berkait Barbie Kumalasari & Irfan?

Kesakitan Irish Bella Saat Mau Beri Kejutan ke Ammar Zoni, Sohib Dylan Carr Sampai Ucapkan Istigfar

Pembalasan Nagita Slavina pada Raffi Ahmad Akhirnya Bisa Dilakukan, Iis Dahlia Langsung Bereaksi

Yang penting, lanjut dia, tujuannya bagaimana membawa nama JNE lebih kenal di seluruh lapisan masyarakat di Kalsel.

Ditambahkan Devi, sekarang ini titik layanan JNE tersebar 150 di seluruh pelosok Kalsel dengan sekitar 200 karyawan.

"Tiap tahun JNE terus meningkat. Kita harapkan trend terus menaik dan perlu inovasi baru. JNE tahun ini mendapatkan penghargaan dari Kominfo RI berkat inovasi-inovasinya," tandas Devi.

Sebelumnya dilakukan pemotongan tumpeng oleh BM JNE Kalsel, Devi Heriyanto yang nasinya diserahkan ke anak panti asuhan, karyawan paling lama di JNE dan M Yusuf dari BNN Provinsi Kalsel.

Ada juga penyuluhan tentang narkoba yang disampaikan M Yusuf dan Rakhmadiansyah dari BNN Provinsi Kalsel.

"Narkoba merupakan masalah kita semua dan musuh sangat berbahaya. Indonesia sudah termasuk darurat narkoba. Ini lebih parah darurat militer," kata Yusuf.

Dia menambahkan bila ada keluarga tersandung Narkoba, bisa direhabilitasi di BNN dan tidak dipungut bayaran.

(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved