Berita HST

PAD Terbesar HST Masih dari Pajak Penerangan Jalan dan Parkir, Sarang Walet Belum Optimal

Jumlah 75 persen ini dari target pajak dan retribusi sebesar Rp 23 miliar. Rinciannya pajak sebesar Rp 12 miliar dan retribusi sebesar Rp 11 miliar.

Banjarmasinpost.co.id/Ibrahim Ashabirin
Ilustrasi - Sarang burung walet mulai marak di Kabupaten Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Hingga triwulan ketiga pada tahun 2019, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi maupun pajak daerah sudah terkumpul sebesar 75 persen.

Jumlah 75 persen ini dari target pajak dan retribusi sebesar Rp 23 miliar. Rinciannya pajak sebesar Rp 12 miliar dan retribusi sebesar Rp 11 miliar.

Dari target PAD, jumlah pendapatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah terbesar dari pajak penerangan jalan umum (PJU).

Tak tanggung-tanggung, angkanya mencapai Rp 6 hingga Rp 7 miliar per tahun.

"Pajak PJU memang pendapatan terbesar," ujar Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten HST, Syahruli.

NEWSVIDEO : Ratusan Rumah di Pulau Sebuku Kotabaru Terbakar Ribuan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Pendaftaran CPNS Hingga 28 November, BKDPSDM HST Tegaskan Tidak Menambah Waktu Pendaftaran

Komisi III DPRD HST Sering Tanyakan Wacana Pembangunan Kereta Api, Setahun Bisa Sampai Tiga Kali

Pendapatan terbesar lainnya, yakni dari retribusi parkir. Tahun ini retribusi parkir ditarget Rp 5 miliar.

"Sekarang pendapatannya sudah mencapai 83 persen," katanya.

Dibeberkannya 75 persen capaian pajak dan retribusi dari berbagai aspek. Termasuk pajak bumi dan bangunan.

"Potensi besar dari persil tanah objek pajak. Tapi ini juga belum maksimal. Kami akan lakukan pendekatan inovasi peran pendata pajak desa," terangnya.

Dari semua potensi pajak yang ada di HST, pajak sarang burung walet masih kecil. Dari target Rp 37 juta baru didapat Rp 2 juta.

Selain itu, ada dua jenis pajak yang belum digarap yakni pajak parkir dan pajak air bawah tanah.

Untuk pajak air bawah tanah pihaknya masih mengkaji potensi dan juga pemanfaatannya.

Ada sembilan sektor pajak yang digarap di HST, restoran lima persen, pajak perhotelan, galian C atau mineral bukan batuan dan logam, reklame, hiburan, sarang burung walet, PBB, PJU, dan
BPHTB.

Sedangkan retribusi yakni retribusi parkir, jasa umum, jasa usaha, dan pelayanan lain. (Banjarmasinpost.co.id/Eka  Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved