Berita Banjar

Kisah Bakarudin Guru Pendamping asal Banjar Saat Dampingi Santri Lomba Roket Internasional di Jepang

Nuti Nawaty Nur, santri SMA Darul Hijrah Puteri ini berlaga pada ajang international Water Rocket Competition di Jepang

Kisah Bakarudin Guru Pendamping asal Banjar Saat Dampingi Santri Lomba Roket Internasional di Jepang
istimewa
Nuti Nawaty Nur, santri SMA Darul Hijrah Puteri ini bersama guru pendamping Bakarudin saat berlaga pada ajang international Water Rocket Competition di Jepang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Nuti Nawaty Nur, santri SMA Darul Hijrah Puteri ini berlaga pada ajang international Water Rocket Competition di Jepang. Prestasi gemilangnya tak lepas berkat bimbingan guru M. Bakarudin.

Momen hari guru inipun dirasakan Bakarudin lebih terasa karena dirinya berjuang membimbing Nuti di luar negeri.

Saat dihubungi repoter banjarmasinpost.co.id dia mengaku masih berada di Jepang.

"Alhamdulillah terima kasih banyak atas doa dan supportnya," kata dia.

Hulu Banyu Juara Festival Mahumbal, Wisatawan Asing Senang Cicipi Kuliner Tradisional Loksado

Khabib Nurmagomedov akan Hadapi Floyd Mayweather Jr pada Januari 2020, Termotivasi Uang?

Berlangsung! Live Streaming TV One Sriwijaya FC vs Persiraja TV Online Vidio.com Menuju Liga 1 2020

Nyewa Kamar di Pembatuan Rp 500 Ribu, Saat Terjaring Razia, PSK Ini Mengaku Pasang Tarif Segini

Sebagai seorang guru, Bakarudin ulet dampingi Nuti, jauh dari Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan pengalaman itu jadi sesuatu yang tak terlupakan.

Mengikuti Asia-Pacific Regional Space Agency forum (APRSAF )-26 yang di selenggarakan oleh JAXA ( JAPAN Aerospace Exploration Agency) Sagamihara, Kanagawa.

Nuti beserta ke lima rekannya yang berasal dari depok, Jombang, purbalingga, dan pontianak bertolak dari bandara internasional Soekarno Hatta pada 21 november 2019 pukul 22:30 ke Haneda, tokyo, jepang.

Pada hari pertama mereka yakni tanggal 22 , peserta diminta mempresentasikan asal nama dan asal negara mereka masing masing.

Delegasi indonesia bersaing di APRSAF -26 ini beserta 12 negara lainnya yang terdiri seluruh siswa peserta APRSAF yaitu berjumlah 66 orang.

Pada 23 November para peserta dituntut untuk membuat dua buah roket dengan bahan yang sudh disiapkan oleh panitia JAXA yang terdiri dari botol minuman bersoda, plastik, isolasi, dan Plastisin dalam waktu tiga jam.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved