Berita Kabupaten Banjar

Satu Desa Satu Perawat di Kabupaten Banjar, Begini Upaya Pemkab Mewujudkannya

Luasnya wilayah Kabupaten Banjar menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah setempat untuk mendekatkan pelayanan publik kepada seluruh

Satu Desa Satu Perawat di Kabupaten Banjar, Begini Upaya Pemkab Mewujudkannya
Rizky Filmi Reza untuk banjarmasinpost.co.id
Peanitia Seminar dan Workshop Keperawatan menyambut Sekda Banjar HM Hilman yang juga menjadi pemateri pada kegiatan yang digelar PPNI Banjar itu, Sabtu (23/11). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Luasnya wilayah Kabupaten Banjar menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah setempat untuk mendekatkan pelayanan publik kepada seluruh masyarakat hingga di wilayah pelosok.

Hal tersebut mengemuka pada Seminar dan Workhsop Keperawatan yang digelar oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Banjar, dua hari lalu, di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura.

Hal itu mengemuka dari pertanyaan sekaligus saran Muhammad Habibi (ketua pelaksana seminar). Sarannya tersebut meneruskan keluh kesah dan keresahan kalangan perawat maupun masyarakat terkait belum optimalnya layanan kesehatan di perdesaan.

Karena itu Habibie mencetuskan sebaiknya ada langkah untuk menuju ke arah program 1 perawat 1 desa (1 nurse 1 village). Ini penting untuk meningkatkan kesehatan seminimal dan semaksimal mungkin pada tahap promotif dan preventif bagi masyarakat

Daftar Top Skor Liga 1 2019 Hingga Pekan ke-28 Ada 673 Gol Tercipta, Bomber Marko Simic Memimpin

Anak Jadi Pemain Timnas U-19, Ayah Bagas dan Bagus Menang Pilkades, Menang Tanpa Ngasorke!

"Mengenai hal itu, Pak Sekda Banjar M Hilman yang juga menjadi narasumber mengatakan akan ada pembicaraan lebih lanjut, duduk bersama antara organisasi profesi dan jajaran Pemkab Banjar mengenai hal tersebut. Hasil akhirnya sangat diharapkan untuk dapat meningkatkan taraf kesehatan khususnya masyarakat kabupaten Banjar," papar Rizky Filmi Reza, koordinator seksi humas dan dokumentasi, Senin (25/11/2019).

Dikatakannya, pada seminar tersebut Sekda menjadi pemateri pertama. Materi yang diulas mengenai peran pemerintah kabupaten dalam regulasi pelayanan keperawatan dengan. Judul materinya yakni Pelayanan Keperawatan Dalam Kebijakan Pemerintah Kabupaten Banjar.

Pada konteks tersebut yang menjadi hal mendasar keperawatan berkesesuaian dengan sasaran pokok pembangunan kesehatan dalam RPJMN 2015 -2019 (Perpres Nomor 2 tahun 2015). Fokusnya yakni meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak; Meningkatnya pengendalian penyakit;l.

Lalu, meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan; Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN Kesehatan, Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin; Meningkatkan responsivitas sistem kesehatan.

Sekaligus sesuai misi Bupati Banjar yang kedua yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berbasis pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan kesejahteraan sosial yang mendasari juga pentingnya kesehatan yang salah satunya mempunyai peran penting yaitu perawat.

Hilman mengurai data dari PPNI, ada sekitar 1.000 perawat tercatat di Kab. Banjar yang mana hal ini akan menjadi Potensi Besar untuk Kontribusi Kesehatan di Kabupaten Banjar.

Hasil Liga Inggris Matchday ke-13 - Man United Batal Bungkam Sheffield, Drama 6 Gol

Klasemen dan Hasil Lengkap Liga Italia- Kemenangan Dramatis Lazio hingga Penampilan Memukau Smalling

Halaman
1234
Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved