Breaking News:

Berita Regional

Terancam Dihukum Mati, Kurir Sabu 42 Kg Sabu Ini Minta Pengampunan Majelis Hakim

Terdakwa kasus kurir sabu 42 kg yang telah dituntut mati itu meminta keringanan dari Majelis Hakim atas tuntutan tinggi yang diberikan Jaksa

Editor: Hari Widodo
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa kasus kurir 42 kg sabu Hasanuddin Alias Hasan Bin Suharyanto berkaca-kaca membacakan nota pembelaan (pleidoi) di hadapan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Medan, Senin (25/11/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MEDAN - Hasanuddin Alias Hasan Bin Suharyanto berkaca-kaca membacakan nota pembelaan (pleidoi) di hadapan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Medan, Senin (25/11/2019). 

Terdakwa kasus kurir sabu 42 kg yang telah dituntut mati itu meminta keringanan dari Majelis Hakim atas tuntutan tinggi yang diberikan Jaksa Penuntut Umum.

"Saya meminta hati nurani Majelis Hakim dalam perkara ini, karena barang bukti juga tidak ada pada saya. Saya sudah memiliki dua anak kecil berumur 1,5 tahun dan 4 tahun yang saya harus hidupi. Saya bermohon sekali, istri saya juga harus saya biayai," tuturnya dalam pembelaannya

 Setelah dibacakan, Pengacara terdakwa, Tita Rosmawati juga menyampaikan pleidoinya. Dimana ia menyebutkan bahwa terdakwa memohonkan keringanan hukuman dari jeratan hukuman mati.

Berhasil Lompati Tembok Lapas, 2 Napi Lapas Narkotika Pematangraya Kabupaten Simalungun Kabur

Bus Tak Datang, Timnas U-23 Indonesia Jalan ke Tempat Latihan Jelang Lawan Thailand SEA Games 2019

Berdiri di Atas Trotoar, Baliho Ini Bikin Pejalan Kaki Sering Kejedot hingga Nyaris Pingsan

Mulan Jameela Menagis Saat Bahas Hijrah, Istri Ahmad Dhani Ingat Hal Ini

"Alangkah tingginya tuntutan yang diterima terdakwa, kami memohon Majelis Hakim untuk mempertimbangkan aspek kemanusiaan bahwa dalam melakukan tuntutan mati. Kami bermohon Majelis Hakim memberikan keringanan dan melapaskan terdakwa dari tuntutan mati," ungkapnya. 

Usai mendengarkan keterangan dari terdakwa dan kuasa hukumnya, Majelis Hakim menunda persidangan pada pekan selanjutnya dengan agenda pembacaan putusan. 

Selanjutnya, Hasanuddin digiring menuju sel tahanan, ia tampak didampingi istri dan dua anak-anaknya.

Di dalam sel, Tribun berkesempatan untuk mewawancarai Pria Jalan MT Haryono LK-III, Kelurahan Selat Tanjung Medan, Kecamatan Datuk Bandar Timur - Kota Tanjungbalai ini.

Ia tampak berbincang dengan istrinya Wita yang berada di luar jeruji mengenakan gamis biru tersebut. Hasan terlihat berbincang dan bermain-main dengan kedua anak-anaknya.

Saat diwawancara, Hasan mengakui dirinya tidak ada membawa sabu dan ia membantah bahwa dirinyalah yang memerintahkan pengiriman sabu tersebut. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved