Bumi Antaludin

Dialog Interaktif dengan Warga Daha, Bupati HSS Tegaskan Tak Ada Diskriminasi Pembangunan Wilayah

Bupati Hulu Sungai Selatan H Achmad Fikry menegaskan, tidak ada diskriminasi dalam pelaksanaan pembangunan daerah, di Kabupaten HSS.

Dialog Interaktif dengan Warga Daha, Bupati HSS Tegaskan Tak Ada Diskriminasi Pembangunan Wilayah
diskominfo hss
Bupati HSS dan Wakil Bupati HSS saat menghadiri Dialog dengan masyarakat Daha Seatan, Daha Utara dan Daha Barat, dalam Program Bupati Menjawab yang digelar DInas Kominfo HSS bekerjasama dengan Radio Gema Amandit 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Bupati Hulu Sungai Selatan H Achmad Fikry menegaskan, tidak ada diskriminasi dalam pelaksanaan pembangunan daerah, di Kabupaten HSS.

Semua wilayah kecamatan menjadi sasaran pembangunan Pemkab HSS, meski dengan sasaran objek pembangunan yang berbeda.

Disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah kecamatan.

“Jadi tak mesti harus sama, karena kebutuhan masing-masing wilayah berbeda. Antara wilayah pegunungan, perkotaan dan perairan di lihat dari kondisi dan kebutuhan masyarakatnya. Baru kemudian ditetapkan mana skala prioritas. Selanjutnya disesuaikan kemampuan keuangan daerah,” kata Fikry pada pernyataan penutupnya di Dialog Pembangunan Kopi Darat Bupati HSS Program Bupati Menjawab, dengan pendengar Radio Gema Amandit Kandangan, di Gedung Olahraga HM Sapi’i, Kecamatan Daha Selatan, Selasa (26/11/2019).

Bupati HSS menyapa salah satu peserta dialog pembangunan Bupati menjawab di GOR HM Sapi’I di Kecamatan Daha Selatan, Selasa (26/11/2019).

Bupati HSS menyapa salah satu peserta dialog pembangunan Bupati

menjawab di GOR HM Sapi’I di Kecamatan Daha Selatan, Selasa (26/11/2019).

(diskominfo hss)

Bupati mencontohkan, adanya Program Bus Angkutan Gratis untuk pasien gagal ginjal yang rutin melakukan cuci darah ke RS H Hasan Basry Kandangan.

Program tersebut hanya diberikan untuk warga Daha Selatan, Daha Barat dan Daha Utara, karena warga di tiga kecamatan tersebut sangat membutuhkan, mengingat jarak Daha-Kandangan 30 kilometer.

“Ini namanya sesuai kebutuhan. Padahal pasien cuci darah juga ada di Kecamatan lain, tapi masyarakat di luar Daha memahami, kebijakan itu memang dibutuhkan masyarakat Daha. Termasuk angkutan sungai gratis berupa fery penyeberangan, hanya diberikan untuk wilayah Daha, sesuai kondisi masyarakatnya,” ungkap Fikry.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved